Unduh Aplikasi

ACT Semprot Disinfektan di Kantor AJNN

ACT Semprot Disinfektan di Kantor AJNN
Tim ACT sedang menyemprotkan cairan disinfektan. Foto: AJNN/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Dalam rangka mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, melakukan penyemprotan disinfektan di Kantor Berita Aceh Jurnal National Network (AJNN), Kawasan Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis (2/4) pagi.

Akhimunandar, partneship ACT Aceh-Sabang, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program ACT, dalam mendukung upaya pemerintah meminimalisir penyebaran Covid-19. Adapun sasaran penyemprotan yang dilakukan pihaknya yaitu mesjid, pesantren, panti, rumah singgah dan tempat layanan publik.

"Ini merupakan hari kesembilan. Dalam satu hari kami melakukan penyemprotan 6 sampai dengan 10 titik lokasi," kata Akhimunandar kepada AJNN di lokasi.

Tim ACT sedang mempersiapkan alat semprot. Foto: AJNN/ Fauzul Husni

Dituturkannya, tim yang diturunkan ACT dalam rangka melakukan penyemprotan ini berjumlah 4 orang. Kegiatan ini dilaksanakan sekaligus sebagaia bentuk edukasi, kepada masyarakat bahwa pentingnya menjaga kebersihan di tengah wabah pandemi Covid-19 yang sudah terjadi secara global.

Kemudian, pihaknya juga memberitahukan komposisi dan takaran pembuatan disinfektan secara mandiri, standar penyemprotan yang benar. Ia juag menyebutkan, dalam melakukan penyemprotan tim juga dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD).

"Kegiatan ini akan terus berjalan selama pandemi Covid-19 masih terjadi. Jadi, tidak ada target khusus sampai kapan ini kegiatan ini akan berakhir," tuturnya.

Tim ACT sedang menyemprotkan cairan disinfektan. Foto: AJNN/Fauzul Husni

Selain itu, kata Munandar, ACT juga telah memprogramkan akan melakukan pembagian paket sembako sebanyak 1.333 paket. Nantinya, paket ini akan dibagikan ke daerah yang sudah diberlakukan local lockdown, dimana masyarakatnya mendapat pembatasan dalam melakukan aktifitas sehari-hari.

Target utama penerima paket sembako ini adalah keluarga prasejahterah, yang mengandalkan biaya hidup melalui pendapatan sehari-hari, seperti pedagang kecil, tukang becak, juru parkir, dan kegiatan lain yang mendapat upah harian. Dengan kondisi saat ini, tentu saja mereka kehilangan sumber pendapatan.

"Verifikasi dan penentuan penerima akan ditentukan langsung oleh ACT. Beberap hari lalu, kami baru menyalurkan 50 paket sembako," pungkasnya.

Komentar

Loading...