Unduh Aplikasi

Aceh Waspada Stroke

Aceh Waspada Stroke

BANDA ACEH - Provinsi Aceh termasuk peringkat 10 besar sebagai daerah prevalensi penderita stroke di Indonesia. Tanpa penanganan yang serius, stroke menjadi ancaman serius bagi kualitas kesehatan dan produktivitas penduduk.

Persatuan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Cabang Banda Aceh, mengadakan rangkaian acara Aceh Waspada Stroke 2017. Kegiatan tersebut di antara senam anti stroke, seminar, dan cek kesehatan. Kegiatan tersebut memperingati Hari Stroke Sedunia yang jatuh pada tanggal setiap 29 Oktober.

Ketua Panitia Aceh Waspada Stroke dokter Farida, Sp.S (K), Jumat (27/10), mengatakan, masyarakat harus waspada terhadap ancaman stroke, sebab stroke kini mengancam semua kelompok usia dan jenis kelamin. “Sampai saat ini Aceh masih menjadi daerah penyumbang angka stroke tertinggi di Indonesia,” kata Farida.

Kata Farida, banyak faktor pemicu stroke, di antaranya pola makan dan gaya hidup tidak sehat. Padahal, faktor risiko dapat dicegah dengan menjalani pola hidup sehat, seperti berhenti merokok, tidak konsumsi makanan berlemak berlebihan, dan mecegah stress.

Namun, rendahnya pengetahuan warga terhadap gejala stroke penderita kerap tertangani saat kondisi sudah parah. Padahal, dengan mengenai gejala, stroke dapat mencegah kecacatan dan komplikasi.

PERDOSSI Cabang Banda Aceh bekerjasama dengan mahasiswa profesi Fisioterapi Poltekes Surakarta di Aceh membuat dan merancang senam pencegahan stroke.

Mahasiswa Fisioterapi Poltekes Surakarta Fithriany mengatakan senam tersebut antara lain bermanfaat untuk melatih koordinasi, keseimbangan, penguatan otot, peningkatan sirkulasi darah, peningkatan kerja jantung, paru, dan untuk meningkatkan kerja sinaps atau jaringan saraf.

Komentar

Loading...