Unduh Aplikasi

Aceh-Patani Bangun Budaya Damai Bersama

Aceh-Patani Bangun Budaya Damai Bersama
Juanda Djamal saat menjadi pembicara dalam seminar di Patani
PATANI - Acehnese Civil Society Task Force (ACSTF) bersama dengan Bunga Raya Patani menyelenggarakan seminar atas pembelajaran pendidikan damai dan bahasa melayu di Prince of Songkla University, kampus Patani, (26/3) lalu.

Pendidikan damai sudah berlangsung lima bulan, dipilih 10 tadika di Patani, Yala, Naratthiwat dan Satun di kawasan Thailand Selatan. Selain pendidikan damai, juga dikuatkan lagi penggunaan bahasa melayu bagi generasi kanak-kanak Patani.

“Kanak-kanak di Patani mesti kita kuatkan lagi untuk menggunakan bahasa melayu dalam kehidupan sehari-hari, bahasa itu adalah bahasa ibu kita, kita budayakan lagi," kata cek gu Razak.

Juanda Djamal sebagai salah seorang pembicara, menyatakan Aceh-Patani merupakan satu wilayah yang disebut Darussalam, tetapi disebabkan oleh konflik bersenjata, maka perkembangan peradabannya menjadi mundur.

“Untuk memastikan masa depan lebih baik lagi, maka pendidikan menjadi faktor utama yang mesti dilakukan, tentunya harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, perlu ada arah tuju pendidikan yang jelas di masa depan," kata Juanda yang juga secretary-General Konsorsium Aceh Baru.

Menurut Juanda, arah tuju yang dimaksud mengarahkan pada satu target yang sama, diharapkan arah tuju tersebut dapat mengekalkan rencana strategis dalam menguatkan dari generasi kanak-kanak sampai menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi sumber daya alam. Hasilnya dapat didistribusikan bagi kepentingan seluruh masyarakat, bukan hanya kepentingan seorang atau kelompok semata.

Walaupun keadaan di Patani masih dalam keadaan konflik, akan tetapi Patani memiliki kesempatan yang lebih baik jika dibandingkan Aceh di masa konflik lalu, Patani memiliki modal sosial yang lebih tinggi dalam memajukan usaha pendidikan kanak-kanak, sedangkan Aceh banyak fasilitas pendidikan yang rusak, guru besar yang meninggal dan tsunami semakin meruntuhkan sistem pendidikan Aceh.

Namun demikian kata Jamal, saat ini Aceh secara perlahan sedang memulihkan dirinya, maka kerjasama Aceh- Patani dapat saling berbagi pengalaman, baik pengalaman penyelesaian konflik, pembangunan perdamaian maupun pembangunan manusia.

"Mari kita bina dan kuatkan hubungan Aceh-Patani demi membangun peradaban baru yang lebih kokoh," tutup Juanda Djamal.

Seperti diketahui, Juanda Djamal telah aktif berbagi pengalaman perdamaian Aceh di kawasan Asia Tenggara sejak tahun 2010. Inisiatif tersebut membuktikan bahwa Aceh memiliki orang-orang yang mampu membangun komunikasi ke tingkat global, memperkenalkan Aceh demi membangun jalan damai yang hakiki di Asia Tenggara.

Komentar

Loading...