Unduh Aplikasi

Aceh Nusantara Inisiatif Forum Dukung Gubernur Nova Tuntaskan Agenda Akhir Masa Jabatan 2022

Aceh Nusantara Inisiatif Forum Dukung Gubernur Nova Tuntaskan Agenda Akhir Masa Jabatan 2022
Silaturrahmi bulan Syawal terbatas ANiF yang berlangsung disalah satu Café di Kawasan jalan T. Panglima Nyak Makam Banda Aceh, pada Minggu (30/5/2021). Foto; IST.

BANDA ACEH -  Aceh Nusantara Inisiatif Forum (ANiF) yang diisi oleh para mantan aktifis Aceh berpendapat bahwa Akhir Masa Jabatan (AMJ) Gubernur Aceh, H.Nova Iriansyah adalah awal Juli tahun 2022m, atau lebih kurang setahun kedepan. 

Dengan demikian, waktu yang terbatas tersebut diharapkan agar dapat digunakan secara maksimal oleh Gubernur Nova untuk menuntaskan agenda program sesuai dengan Visi-Misi yang dulu dijanjikan kepada Rakyat Aceh diawal pemerintahan Irwandi-Nova secara paripurna.

Pendapat tersebut menjadi salah satu materi perbincangan yang muncul dalam silaturrahmi bulan Syawal terbatas ANiF yang berlangsung disalah satu Café di Kawasan jalan T. Panglima Nyak Makam Banda Aceh, pada Minggu (30/5/2021).

Silaturrahmi terbatas tersebut turut dihadiri diantaranya Tgk.Nasruddinsyah (Ketua Dewan Penasehat), Ermiadi Abdurrahman (Ketua Dewan Presidium), Fajran Zain (Ketua Dewan Pakar), Teuku Kemal Fasya (Kehumasan & Kerjasama), T.Heriyadi (Anggota Dewan Presidium), T.Banta Nuzulullah (Kesekretariatan) dan Masri Amin. 

Beberaapa peserta forum antara lain Azmi Abubakar, Ibrahim, Hamdani dan beberapa lainnya hadir secara virtual karena tidak sempat berhadir dilokasi.

Dalam diskusi yang digelar forum ini berkembang sejumlah harapan agar kegiatan Pemerintah Aceh yang sedang dan yang akan berjalan, diharapkan tuntas dengan sempurna di akhir tahun Pemerintahan Nova tahun depan. 

Menurut mereka, ketika masa jabatan Gubernur Nova habis, diakhiri dengan baik dalam ingatan Rakyat Aceh. Jangan lagi terjadi jabatan Gubernur Aceh berakhir dengan cerca, serapah dan tanpa kenangan yang baik. 

ANiF berpendapat, kesempatan dan dukungan dari semua pihak sejatinya terus diberikan kepada Gubernur Nova secara penuh sebagai energi dan legitimasi politik untuk menuntaskan agenda Pemerintah Aceh yang masih tersisa hingga tahun depan dalam periode kepemimpinannya. 

"Mari rajut perbedaan politik dengan saling menghargai, bangun iklim sosial yang kondusif dan sehat, serta tumbuhkan saling percaya beragam komponen untuk Aceh yang lebih baik," ungkap salah seorang peserta silahturahmi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa gagasan dan issue lain juga menjadi topik bahasan, topik itu didominasi kondisi iklim politik di Aceh, antara lain terkait kinerja Pemerintah dan DPR Aceh, Penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada di Aceh, hubungan Aceh-Jakarta, partai Politik Lokal serta keberlangsungan masa depan Otonomi khusus Aceh.

Diakhir silaturrahmi, anggota ANiF bersepakat untuk kembali merajut komunikasi bersama dengan seluruh pihak terkait yang pernah punya peran penting dalam menciptakan kondisi Aceh seperti saat ini. 

Para pihak baik perseorangan atau lembaga yang pernah berjasa dalam mewujudkan Aceh Damai menjadi simpul penting untuk kembali diajak duduk dan berpartisipasi aktif secara bersama-sama untuk Aceh kedepan yang lebih baik. Aceh hari ini menurut forum - cenderung mengabaikan peran penting para pihak yang dulu berjasa berjuang untuk Aceh Damai. 

Aceh Nusantara Inisiatif Forum sendiri merupakan forum yang diisi para mantan aktifis Aceh yang dulu turut berperan aktif dalam mengurai konflik dan meretas jalan lahirnya perdamaian di Aceh. Pasca Aceh Damai, mereka beraktifitas diberagam bidang. 

Forum ini berusaha kembali menggagas pertemuan serta berkomunikasi dengan beragam elemen rakyat Aceh dan pemangku kepentingan diluar Aceh yang mempunyai legitimasi sejarah-kultural untuk mengevaluasi, mengawal, mengkritisi serta memberikan gagasan terkait substansi dari cita-cita Damai Aceh yang sesungguhnya dalam rajutan ke-Indonesiaan.

HUT Pijay

Komentar

Loading...