Unduh Aplikasi

Aceh Membutuhkan Kedamaian Abadi

Aceh Membutuhkan Kedamaian Abadi
SEPERTI merajut benang yang mudah kusut, seorang pemimpin tertinggi di Aceh wajib memiliki pemikiran cemerlang dalam merajut serta menjaga berbagai benang-benang politik yang ada agar tidak selalu bersinggungan, apalagi mengarah pada kekacauan sosial.

Mengapa demikian? Karena maqom Aceh hari ini sampai pada sebuah alam yang di puncaknya bertengger suasana damai. Perasaan tanpa ketakutan akan kekerasan konflik. Tanpa merisaukan masa depan karena belenggu masa lalu.

Sebab itulah, seorang pemimpin tertinggi di Aceh wajib memiliki keterampilan merajut entitas-entitas politik yang ada. Dia juga harus memiliki jiwa seorang ayah, seorang cerdik pandai, seorang keras dalam bekerja, seorang yang mementingkan hajat “anak-anaknya”. Seorang ayah yang dari dirinya dituntut ketelitian yang sungguh luar biasa. Seorang pemimpin yang menjaga amanah perjuangan untuk Aceh di masa-masa damai.

Inilah kebutuhan Aceh hari ini dan sekaligus baju masa depannya. Aceh memerlukan pemimpin yang bisa menjaga amanah perdamaian dan tidak mementingkan kepentingan kelompok yang mendukungnya.

Pada akhirnya, warisan perdamaian dari Hasan Tiro pada 2005 lalu, bisa terjaga dalam sikap, perbuatan dan tindak tanduk seluruh anak bangsa di Aceh. Sehingga kedamaian yang pada ujung pencapaiannya akan mudah melahirkan prestasi, kegemilangan-kegemilangan, kejayaan, kebanggaan dan kesadaran berbangsa serta bernegara.

Semoga, Aceh selalu terjaga dengan kedamaian dan kepemimpinan yang terpilih ke depan, harus mampu meneruskan amanah. Mengapa? Tanpa kedamaian, Aceh akan sulit menghasilkan kemakmuran.

Komentar

Loading...