Unduh Aplikasi

Aceh di Tengah Gelombang Tinggi Covid-19

Aceh di Tengah Gelombang Tinggi Covid-19
Ilustrasi: dreamstime.

SEJAK awal, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar seluruh negara mengaktifkan pola tracing terhadap orang yang terpapar Covid-19. Sedikitnya, dari satu pasien yang terkonfirmasi positif, 30 orang lain harus dilacak dan diperiksa kesehatannya. 

Dan kini, vaksin ditemukan, seperti pola tracing mulai ditinggalkan, jika tak mau dibilang dijalankan dengan tidak maksimal. Apalagi saat ini kesadaran tentang bahaya Covid-19 semakin memudar. 

Melacak para kontak yang bersinggungan dengan penderita Covid-19 memang bukan pekerjaan mudah. Ini adalah kerja keras yang membutuhkan banyak ketelitian dan kesabaran. 

Ibaratkan seorang detektif, seorang tracer harus dapat menelusuri remah-remah yang ditinggalkan dari sebuah kasus. Seperti yang disarankan WHO, minimal dia harus mencari 30 orang yang bersinggungan dengan pasien positif itu. 

Selain itu, pelacakan ini juga memerlukan kesiapan pemerintah. Bukan hanya tenaga pelacak, namun juga kesiapan fasilitas kesehatan dan obat-obatan. Karena tracing berarti membuka peluang munculnya ledakan kasus Covid-19 di Aceh.

Tentu saja ini akan berdampak pada anggaran daerah. Namun sepanjang Pemerintah Aceh serius untuk mengalokasikan dana refocusing untuk menekan penyebaran Covid-19, langkah tracing atau perlu swab massal bukanlah sesuatu yang mustahil. 

Apalagi saat ini terjadi pergeseran tren penyebaran Covid-19. Jika di awal-awal gelombang besar penyebaran menghantam Pulau Jawa, kini gelomban itu menyasar Pulau Sumatera, tak terkecuali Aceh. 

Dan yang terpenting, masyarakat harus menyadari bahwa ledakan angka penderita Covid-19 tengah berlangsung di Aceh. Karena itu, jangan lengah dan anggap remeh karena siapa saja bisa tertular. Ingat, siapa saja. 

HUT Pijay

Komentar

Loading...