Unduh Aplikasi

Aceh Barat Endemis Penyakit Kaki Gajah

Aceh Barat Endemis Penyakit Kaki Gajah
Ilustrasi penyakit kaki gajah
MEULABOH - Dalam beberapa tahun terakhir, Dinas Kesehatan Aceh Barat menemukan sebelas kasus penyakit menular jenis filariasis atau kaki gajah yang menyerang warga di lima kecamatan di kabupaten tersebut.

"Untuk penyakit menular, ini termasuk tinggi secara angka bermasalah kesehatan. Penyakit Kaki Gajah ini merupakan endemis di Aceh Barat," kata dr. Syuhada, Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan penyehatan Lingkungan (P2LP), Dinas Kesehatan Aceh Barat, kepada AJNN, Senin,(5/10).

Ia mengatakan sepanjang 2015 telah ditemukan dua kasus penyakit tersebut. Penyakit infeksi cacing filaria itu menurutnya disebarkan oleh beberapa jenis nyamuk yang menggigit penderita awal dan menyebarkan ke orang lain.

Namun, gejala seseorang yang terserang kaki gajah menurutnya tidak bisa diidentifikasi sejak dini karena penyakit kronis tersebut baru bisa dirasakan dampaknya setelah 10 hingga 15 tahun.

"Kita tidak bisa indentifikasi lebih awal, paling kita harapkan kepada masyarakat yang terserang demam segera berobat. jika tidak sembuh maka cek darah untuk memastikan," kata dia.

Namun begitu, jumlah pasti penderita penyakit kaki gajah di Aceh Barat menurut dr. Syuhada tidak diketahui lantaran banyak penderita yang merasa malu untuk berobat dan bersosialisasi dengan masyarakat.

Untuk mencegah semakin bertambahnya penyakit tersebut, Syuhada menyebutkan pihaknya akan membagikan obat pencegah melaui puskesmas, posyandu maupun polindes yang akan dimulai pada Selasa,(6/10) besok.

"Besok kita akan bagikan obat pencegah karena dari kasus yang kita temukan sudah mengkwatirkan. Kita berharap masyarakat untuk dapat datang ke Puskesmas, Polindes, Pustu maupun Posyandu untuk mengambil obat dan meminumnya untuk pencegahan," ujarnya.

Menurut Syuhada pembagian obat tersebut merupakan instruksi dari pemerintah pusat untuk daerah yang endemis kaki gajah seperti Aceh Barat.

Kaki Gajah, lanjut dr. Syuhada, merupakan penyakit yang menyerang semua golongan umur dan bersifat menahun.

"Jika seorang terkena penyakit ini dan tidak mendapatkan pengobatan sedini mungkin dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, buah dada dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki," terang Syuhada.

DARMANSYAH MUDA
IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...