Unduh Aplikasi

PEMILIH GANGGUAN JIWA 2019

Aceh Barat 72, Pidie Jaya 94 Pemilih

Aceh Barat 72, Pidie Jaya 94 Pemilih
Pasien sakit jiwa (ilustrasi)

ACEH BARAT -  Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat melaksanakan pleno Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) tahap dua, Senin (10/12/2018).

Hasilnya sebanyak 72 Disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Aceh Barat masuk daftar pemilih saat pemilu legislatif dan presiden mendatang.

Divisi Program dan Data KIP Aceh Barat, Basri, mengatakan dalam DPTHP tahap dua itu, KIP menetapkan 133.692 pemilih tetap dengan jumlah pemilih perempuan sebanyak 67.281 dan 66.441 laki-laki.

Dari jumlah itu sebanyak 385 orang merupakan disabilitas yang 72 diantaranya penyandang disabilitas tuna grahita atau disabilitas mental.

" Ini merupakan hasil yang disisir oleh PPK kita. Ada banyak disabilitas mental tapi mengalami gangguan jiwa berat sehingga tidak kita masukkan,” kata Basri.

Menurut Basri, 72 ODGJ yang masuk hak pilih tersebut dinyatakan dalam kondisi stabil sesuai surat keterangan dari dokter, sehingga dapat dimasukkan kedalam DPT. Dari jumlah DPT yang ditetapkan dalam pleno tahap dua terjadi pengurangan 588 pemilih dari sebelumnya 134.280 pemilih tetap.

“Terjadinya pengurangan karena ditemukan pemilih ganda, meninggal dunia dan juga pindah alamat. DPTHP tahap II bisa saja berubah jika adanya rekoendasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat," ungkap Basri.

" Namun ada tidaknya pemutakhiran data nantinya kami masih menunggu hasil pleno DPTHP tahap II yang akan dilakukan KPU Pusat," ujar Basri.

Sementara itu hasil rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) juga telah dilakukan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya. Hasilnya 94 disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masuk dalam daftar pemilih di Kabupaten itu.

Jumlah tersebut merupakan bagian 451 pemilih penyandang disabilitas, dari 109.753 Daftar Pemilih yang ditetapkan. Pada proses rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) itu terjadi pengurangan 340 pemilih dari DPHP, dan bertambah 20 pemilih.

“Sebelumnya pemilih di Pidie Jaya sebanyak, 110.073 pemilih, setelah perbaikan, jumlah menjadi 109.753 pemilih. Ini sudah final,” kata Ketua KIP Pidie Jaya, Iskandar.

Iskandar memastikan, hasil pendataan tersebut sesuai peraturan yang berlaku dimana pemilih yang mengalami gangguan jiwa tersebut disertai dengan keterangan dari dokter.

" Mereka bukan orang gila seratus persen, tetapi orang yang sesekali hilang kesadaran jiwanya atau sesekali terganggu jiwanya," ujar Iskandar.

Selain tuna grahita, pemilih di Pidie Jaya juga terdiri dari 171 tuna daksa, tuna netra 42 pemilih, 87 pemilih tuna rungu atau tuna wicara, dan 57 penyandang disabilitas lainnya.

Iskandar merincikan, DPTHP-2 sebanyak 109.753 itu terbagi dari 53.230 pemilih laki-laki, dan 56.523 pemilih perempuan, yang tersebar dalam delapan kecamatan, 222 gampong, dan 475 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pidie Jaya

 

Komentar

Loading...