Unduh Aplikasi

Abusyik Sebut Kerusakan Lingkungan di Pidie Warisan Pemerintah Sebelumnya

Abusyik Sebut Kerusakan Lingkungan di Pidie Warisan Pemerintah Sebelumnya
Kondisi tambang liar di Geumpang, Pidie. Foto: Boyhaqi

PIDIE - Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) membenarkan hutan Pidie  telah banyak dijamah oleh pelaku ilegal loging begitu juga dengan galian C.

Namun dia menyebut semua proses perizinannya dikeluarkan Pemerintah Provinsi Aceh dan itu terjadi pada masa pemerintahan sebelumnya sementara dirinya baru dua bulan menjabat sebagai Bupati Pidie.

"Kita akan berusaha untuk menertibkannya, namun itu semua maka membutuhkan waktu,"kata Abusyik.

Sebelumnnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Blang Raweue yang membidangi wisata dan lingkungan menilai Pemerintah Pidie tidak serius menjaga lingkungan, hal ini dibuktikan masih maraknya aktivitas galian C, serta kawasan hutan lindung dijadikan lokasi tambang liar di kawasan pegunungan Kecamatan Geumpang.

Baca: Larangan Tambang Emas di Geumpang Terkesan Pencitraan

“Pasca dikeluarkan surat imbauan larangan melakukan penambangan secara ilegal oleh Forkopimda Pidie, justru aktivitas tambang emas ilegal disana semakin meningkat,”ungkap Bukhari, pengurus LSM Blang Raweue, Pidie kepada wartawan.

Hasil penulusuran LSM Blang Raweue, kata Bukhari, hampir seluruh hutan lindung telah dijamah pelaku ilegal loging, selain itu hampir seluruh sungai di Pidie telah dikeruk untuk kepentingan tambang perusahaan.

“Saat ini, kondisi lingkungan di Pidie sangat miris, namun sayangnya belum ada pencegahan tegas dari pemerintah setempat,”ujarnya.

Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) sempat menjadi pemateri dalam kegiatan The Governor Climate And Forest Task Force Annual Meeting (GCF-TF), yang diselenggarakan di Balik Papan, Rabu (27/9) kemarin sementara jika dilihat kondisi alam lingkungan di Pidie saat ini masih kritis dan diambang kehancuran.

“Inikan aneh, di Kota Balikpapan Bupati Pidie begitu bersemangat menyampaikan perspektif tetang pentingnya menjaga hutan di hadapan masyarakat internasional, sebagai sumber hayati yang mendukung kehidupan. Sedangkan di Pidie, Pemkab justru membuka jalan di kawasan hutan yang kiritis,”

Komentar

Loading...