Unduh Aplikasi

Abu Razak: Partai Aceh Sudah Pecah

Abu Razak: Partai Aceh Sudah Pecah
BANDA ACEH – Wakil Ketua Dewan Pengurus Aceh, Partai Aceh (DPA-PA) Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak mengakui saat ini Partai Aceh telah mengalami perpecahan di internal.

Diakui atau tidak kata Abu Razak, selama ini banyak dari tokoh pendiri Partai Aceh yang ingin maju sebagai calon gubernur melalui jalur independen pada pemilu 2017 mendatang.

“Akui atau tidak PA selama ini sudah pecah, Apa Karya naik melalui Independen, Abu Doto juga naik, Mualem juga naik melalui PA, Irwandi juga, tapi meskipun Irwandi bagian dari kita namun sekarang sudah memiliki partai sendiri,” kata Abu Razak saat dijumpai AJNN di salah satu Rumah Makan, Jalan T. Muhammad Hasan, Bathoh, Banda Aceh, Jumat (25/3).

Dikatakan Abu Razak hal itu pula yang disampaikan kepada Doto Zaini saat silaturrahmi di pendopo Gubernur Aceh, Jumat malam, ia meminta kepada Abu Doto agar dapat mempersatukan kembali eks kombatan. Kembali dalam garis perjuangan apa lagi selama ini Abu Doto juga tercatat masih dalam tuha peut Partai Aceh.

"Itulah harapan dari anak-anak perjuangan agar dapat bersatu kembali. Abu Doto yang hari ini menjadi orang nomor satu di Aceh, agar dapat kembali bersatu seperti masa lalu, apalagi saya dengar Abu Doto juga akan naik melalui jalur Independen,” kata dia

Sesuai dengan aturan, calon gubernur harus mundur dari partai politik jika maju lewat jalur independen.

“Kalau betul-betul Abu Doto naik melalui jalur independen harus mengundurkan dari PA, itu yang sangat kita sayangkan. Begitu juga untuk Apa Karya. Kita mengharapkan Abu Doto agar dapat menyatukan kembali,” sebut Abu Razak.

Abu Razak berharap agar ke depan petinggi Partai Aceh dapat duduk kembali untuk memikirkan Aceh kedepan secara bersama sama, dan saling memaafkan jika terjadi kesalahpahaman selama ini.

"Kita mengakui Apa Karya pendiri PA, begitu juga Doto Zaini itu memang orang tua di PA, orang yang kami hormati tapi hari ini jika mengirimkan surat pengunduran diri otomatis akan hilang dari keanggotaan PA, namun kita tidak menginginkan demikian, bagaimana kedepan dapat bersatu kembali,"tambahnya.

Abu Razak menegaskan dalam pertemuan dengan Doto Zaini pada kamis (24/3) di pendopo gubernur tidak membahas tentang percalonan gubernur Aceh namun lebih pada bersilaturrahmi antara ayah dan anak.

"Ke depan tidak tertutup kemungkinan akan duduk membahas itu, baik dengan Doto Zaini maupun Mualem, karena antara Gubernur dan wakil Gubernur antara ketua partai dan Tuha Peut sah-sah saja," tutupnya.

Komentar

Loading...