Unduh Aplikasi

Abu MUDI: Ijazah Bupati Bireuen Tidak Palsu

Abu MUDI: Ijazah Bupati Bireuen Tidak Palsu
Abu Mudi
BIREUEN – Terkait isu yang berkembang di kalangan masyarakat Bireuen bahwa ijazah Madrasah Aliyah (MA) milik Bupati Bireuen Ruslan adalah palsu, Lembaga Pendidikan Islam (LPI) MUDI Mesra Samalanga yang mengeluarkan ijazah tersebut menyatakan ijazah yang bersangkutan sah dan resmi.

Hal itu dikatakan oleh pimpinan MUDI Mesra H. Hasanoel Basry atau lebih dikenal Abu Mudi, Kamis, (8/10) di kediamannya di Samalanga.

“Itu ijazah asli, dia (Ruslan M. Daud-red) memang pernah mondok di MUDI Mesra, terdaftar di buku regestrasi santri pada tahun 1990 dan tamat pada 22 juni 1999,” sebut Abu MUDI.

Abu Mudi juga menjelaskan kejanggalan tanggal dikeluarkannya ijazah (22 Juni 1999-red) yang sudah menggunakan kop Kabupaten Bireuen, padahal saat itu Kabupaten Bireuen belum lahir karena masih bergabung dengan Kabupaten Aceh Utara (Kabupaten Bireuen lahir Oktober 1999).

Menurut Abu Mudi, ijazah tersebut dibuat kembali pada awal tahun 2012 atas permintaan yang bersangkutan dengan alasan ijazah yang lama sudah hilang.

Keputusan membuat kembali ijazah untuk Ruslan, lanjut Abu Mudi, karena sesuai data yang tertera di buku registrasi yang bersangkutan memang pernah mengaji dan mondok di lembaga pendidikan itu.

Sementara terkait penggunaan belangko dengan kop 'Kabupaten Bireuen', menurut Abu Mudi, dilakukan karena blanko lama dengan kop 'Aceh Utara' tidak tersedia lagi.

"Tapi ijazah dikeluarkan tetap dengan tanggal di mana Ruslan M. Daud menamatkan pendidikan. Oleh sebab itu, hal inilah ada yang menimbulkan kerancuan bahkan disinyalir palsu,” jelas Abu MUDI yang didampingi Said Mayeddin DMS, Wadir II Bidang administrasi dan Keuangan.

Abu MUDI juga menegaskan, permintaan penerbitan ulang ijazah karena hilang tidak hanya diberikan kepadaRuslan M. Daud saja, melainkan kepada siapa saja yang memang pernah mengaji di sana dan dilengkapi bukti administrasi yang kuat.

“Siapapun yang meminta ijazah kembali jika memang pernah mengenyam pendidikan di MUDI Mesra dan terdaftar di buku regestrasi santri pasti akan dikeluarkan ijazah baru,” tegasnya.

Kemudian Abu MUDI juga menjelaskan bahwa masalah umur tidak dibatasi untuk mengenyam pendidikan di pesantren, hal ini beda dengan pendidikan formal.

Sementara itu, Abu MUDI juga menyampaikan bahwa terkait dengan isu ijazah palsu, pihaknya sudah pernah dimintai keterangan oleh Polres Bireuen.

“Kami sudah dimintai keterangan, kami menjelaskan seperti menjelaskan kepada anda hari ini,” pungkas Abu MUDI.

| SP

Komentar

Loading...