Unduh Aplikasi

“Abu Malaya” Penghina Plt Gubernur Melarikan Diri

“Abu Malaya” Penghina Plt Gubernur Melarikan Diri
Ilustrasi. Foto: Net

PIDIE JAYA - RA, tersangka pelaku ujaran kenbencian terhadap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melalui akun facebooknya “Abu Malaya” berhasil melarikan diri saat diisolasi di ruang isolasi gedung Tgk Chik Pante Gelima di komplek perkantoran Bupati Pidie Jaya.

Seperti diketahui, RA menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Pidie Jaya setelah dilimpahkan oleh kepolisian Satreskrim Polres Pidie Jaya pada tanggal 21 Oktober 2020.

Kejari Pidie Pidie Jaya, Mukhzan melalui Kasipidum, Aulia yang dikonfirmasi AJNN, Senin (5/10) membenarkan kalau Abu Malaya telah melarikan diri saat diisolasi.

Abu Malaya terpaksa ditahan di ruang isolasi gedung Tgk Chik Pante Gelima atau gedung Tahir Foundation di komplek perkantoran bupati Pidie Jaya, alasan dilakukan isolasi disana, lanjut Aulia, karena RA dinyatakan positif virus corona setelah dilakukan Swab.

“Dia (Abu Malaya) diisolasi karena dinyatakan positif Covid-19. Dan kemarin dia melarikan diri,” kata Aulia.

Aulia menjelaskan, Abu Malaya berhasil melarikan diri setelah membobol plafon kamar mandi di ruang isolasi tersebut.

Baca: Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Plt Gubernur, “Abu Malaya” Terancam Enam Tahun Penjara

“Ruang isolasi tersangka ada jeruji besinya, tapi tersangka membobol plafon pvc di kamar mandi, dari sela-sela itu ia melarikan diri. Penjagaan ada, tapi karena dia positif virus corona maka penjagaan tidak mungkin dekat,” jelas Aulia.

Aulia menyebutkan, perkara kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh RA melalui akun Facebook Abu Malaya terhadap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah itu belum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) setempat untuk disidangkan.

Namun, belum sempat dilimpahkan ke PN, Abu Malaya berhasil meloloskan diri dari tahanan Kejaksaan Negeri Pidie Jaya itu.

“Karena tersangka dinyatakan positif Covid-19, perkara belum dilimpahkan, rencananya setelah isolasi baru akan dilimpahkan ke Pengadilan,” imbuhnya.

Aulia menyebutkan, kasus ujaran kebencian terhadap Plt Gubernur Aceh itu tidak dapat dilimpahkan ke PN jika tersangka tidak dapat dihadirkan ke persidangan.

“Harus kita temukan dulu tersangka, kalau tidak ada tersangkanya tidak bisa dilimpahkan, karena tidak bisa dihadirkan di persidangan nantinya,” pungkas Aulia.

Komentar

Loading...