Unduh Aplikasi

Abrasi Pantai Jilbab Belum Bisa Diantisipasi

Abrasi Pantai Jilbab Belum Bisa Diantisipasi

ACEH BARAT DAYA - Belasan pohon cemara besar di Bibir Pantai Jilbab Gampong Keude, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tumbang akibat Abrasi.

Padahal, pohon tersebut merupakan penahan terakhir yang diharapkan mampu mengantisipasi abrasi setelah dibuat tanggul darurat dari ban mobil bekas, pancangan bambu dan karung berisi pasir.

"Setelah penahan darurat yang terbuat dari ban mobil bekas dan karung berisi pasir, kini giliran pohon cemara yang tumbang," kata pemilik pondok cafe, Mukhlis kepada AJNN Senin (26/12).

Menurutnya, belasan pohon cemara besar yang tumbuh puluhan tahun merupakan sebagai penangkal terakhir penahan abrasi.

"Harapan kami terakhir memang pohon cemara, karena selain pohonnya besar juga akarnya kuat sebagai penahan abrasi," ujar Mukhlis.

Akan tetapi tambahnya, pohon-pohon tersebut juga ikut tumbang ke laut besama puluhan pondok cafe akibat dihantam abrasi.

"Kini kalau gelombang besar, tidak ada lagi penahan, karena pohon cemara sudah tumbang," tutur Mukhlis.

Hal senada juga diakui warga setempa Baihaqi, ia menjelaskan jika sewaktu-waktu gelombang besar datang diperkirakan semua pondok cafe di Pantai Jilbab akan amblas ke dasar laut.

"Saat ada pohon cemara, sedikitnya bisa menahana abrasi, tapi saat ini jika gelombang besar datang, otomatis semua pondok cafe kena," tuturnya.

Saat ini Kurang lebih satu meter antara bibir pantai dengan sejumlah pondok, sehingga jika gelombang besar datang langsung masuk ke cafe.

Baihaqi bersama pemilik kafe lainnya berharap kepada pemerintah, agar abrasi pantai jilbab sesegera mungkin cepat teratasi sehingga rasa was-was yang menghantui merekan bisa hilang dan kafe yang selama ini dijadikan sebagai tempat mencari nafkah bisa diperbaiki kembali seperti biasa.

Komentar

Loading...