Unduh Aplikasi

9 Caketum Kumpul, Ungkap Kejanggalan dan Kecurigaan Menuju Kongres PSSI

9 Caketum Kumpul, Ungkap Kejanggalan dan Kecurigaan Menuju Kongres PSSI
Foto: Randy Prasatya/detikSport

JAKARTA - Mereka juga mencium indikasi bahwa PSSI saat ini ingin memenangkan salah satu calon, yang tujuannya para orang-orang lama kembali ada di federasi sepakbola Indonesia.

"Siapa yang menjadi ketum tergantung dinamika di kongres. Kedaulatan suara ada di voters, jangan sampai masuk lingkaran setan. PSSI lama sudah gagal dan tersandung kasus match fixing," kata Vijaya.

Arif juga mengutarakan rasa kecewanya. Dia merasa kehilangan wadah untuk sampaikan visi dan misi.

"Paparan program saya ke voters tidak terlaksana. Itu (sesi debat) adalah satu-satunya akses saya ke voters," Arif menyesalkan.

Secara garis besar ada sembilan poin dari deklarasi sembilan caketum. Berikut isinya:

• Aneh. Tidak ada sosialisasi tata cara pemilihan di kongres.

• Tidak ada medium antara caketum dengan voters untuk menyampaikan visi misi kami.

• Tidak ada medium debat resmi antara caketum di depan voters. Padahal ini sangat penting untuk lebih mendekatkan kami dengan para voters. Penentu penting perjalanan prestasi sepakbola Indonesia yang kita cintai ini.

• Terindikasi kuat adanya 'operasi senyap' dari beberapa oknum executive committee PSSI untuk memenangkan salah satu calon ketua umum di kongres.

• 'Tercium' adanya aroma kental permainan uang antara salah satu calon ketua umum dengan voters.

• Jika sudah begini, maka federasi kita, PSSI dan sepakbola Indonesia secara keseluruhan, dalam kondisi bahaya!

• Akan makin parah jika tidak ada perbaikan untuk menuju perubahan.

• Akan makin rusak jika tidak dicegah karena hanya akan menghasilkan exco-exco lama yang selama ini, mereka adalah pelaku terdepan perusak sepak bola Indonesia. Lihat: Kompetisi domestik kita amburadul! Tim nasional kita babak belur!

• Untuk itulah, kami, 9 (sembilan) calon ketua umum PSSI yang berkomitmen kuat membangun sepakbola Indonesia menginginkan PSSI Baru Menuju Perubahan.

• Kami mengimbau para voters, semuanya, untuk menggunakan hati nuraninya. Mari kita bergandengan tangan, dengan hati yang tulus, dengan cinta, untuk membawa sepakbola Indonesia menjadi lebih baik.

Komentar

Loading...