Unduh Aplikasi

8 Mahasiswa Unsyiah Diskorsing Rektor, Ini Kronologinya

BANDA ACEH - Sedikitnya delapan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsiah) diskorsing oleh rektorat kampus itu atas dugaan melanggar surat edaran rektor nomor: 2670/UN11/KM2015 tentang larangan melakukan ospek.

Akibatnya kesepuluh mahasiswa tidak diperbolehkan mengikuti proses perkuliahan untuk sementara waktu. Mereka dianggap melanggar peraturan karena mengadakan kegiatan kemahasiswaan penanaman nilai-nilai TriDharma Perguruan Tinggi  yang dianggap sebagai bagian dari ospek.

Mahasiswa yang kemudian mengupayakan jalan penyelesaian masalah malah mendapat ancaman dari  nomor 0812-6480-2968.

Ancaman tersebut ditujukan kepada Ketua BEM FISIP agar tidak melakukan demo. Apabila terbukti melakukan demo maka akan diskorsing akademik.

Adapun kronologi kejadian yang berujung skorsing itu berawal ketika rektor unsyiah mengeluarkan surat edaran perihal larangan melaksanakan ospek.

Pada tanggal 5-6 September, masing-masing Himpunan Mahasiswa(HIMAKASI, HIMASIO, HIMAPAN, dan HIMAPOL) mengadakan kegiatan kemahasiswaan penanaman nilai-nilai TriDharma Perguruan Tinggi seperti yang diamanahkan dalam Statuta Unsyiah.


Tanggal 15 September, delapan orang yang diskorsing (4 ketua himpunan, dan 4 ketua panitia kegiatan) dihubungi oleh pembantu dekan tiga Fisip Unsyiah untuk mendiskusikan kemungkinan adanya pemanggilan oleh rektorat.


Tanggal 21 September, BEM FISIP unsyiah mengambil surat skorsing ke ruang akademik fisip setelah ditelepon oleh pak Iswandi.


Kemudian pada tanggal yang sama Ketua BEM FISIP mengabari semua mahasiswa yang terkena skors.


Di dalam surat skorsing tertera tanggal pembuatan surat yaitu tanggal 8 September 2015.


Pada 28 September, Ketua BEM menemui Pembantu Dekan 3 FISIP untuk mengupayakan penyelesaian atas kasus skorsing tersebut, dan PD3 menyarankan untuk menjumpai langsung Pembantu Rektor 3.


Tanggal 2 Oktober Ketua BEM langsung menghadap PR3 untuk menanyakan perihal skorsing. PR3 mengatakan bahwa surat skorsing tersebut ialah harga mati dan tidak bisa dinegosiasikan.


Selanjutnya, pada 3 Oktober Ketua dan Wakil Ketua BEM menemui PD3 FISIP kemudian PD3 justru melarang dan mengancam mahasiswa untuk mengadvokasi masalah ini.


Tanggal 7 Oktober, delapan orang mahasiswa korban skorsing mengambil surat skorsing ke ruang akademik FISIP Unsyiah. Karena tidak ada penyerahan surat secara langsung kepada mahasiswa yang terkena skorsing.


Tanggal 7 Oktober tepat pukul 8.20 WIB, Ketua BEM FISIP Unsyiah mendapatkan ancaman oleh nomor 0812-6480-2968 yang menyatakan agar Ketua BEM FISIP tidak melakukan demo, apabila terbukti melakukan demo maka akan diskorsing akademik.


AJNN


 

Komentar

Loading...