Unduh Aplikasi

70 Ekor Sapi Mati di UPTD IBI Saree, Salah Satu Penyebabnya Lapar

70 Ekor Sapi Mati di UPTD IBI Saree, Salah Satu Penyebabnya Lapar
Kondisi sapi di UPTD IBI Saree. Foto: AJNN/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah menerima informasi bahwa sejak 2017 sampai 2019, sudah 70 ekor sapi yang mati di UPTD Inseminasi Buatan Inkubator (IBI) Saree. Salah satu penyebabnya karena kelaparan.

Informasi itu diterima Komisi II DPRA dari pihak Dinas Peternakan Aceh dan UPTD IBI Saree setelah melaksanakan rapat serta saat meninjau langsung lokasi peternakan sapi tersebut, Senin (8/6).

Ketua Komisi II DPRA, Irpannusir mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, terhitung sejak 2017 hingga 2019, terdapat 70 ekor sapi yang mati. Penyebab kematiannya mulai faktor diare, sakit, perutnya kembung, serta juga karena kelaparan.

"Tadi disampaikan dari 2017 sampai 2019 ada 70 ekor yang mati. Juga ada yang mati kelaparan, tapi tidak terlalu banyak, yang banyak itu karena penyakit," kata Irpannusir kepada wartawan saat meninjau UPTD IBI Saree, Senin (8/6).

"Tadi juga disampaikan ada yang mati karena tidak sanggup bersaing, berkelahi sesama mereka, ada juga," sambung Irpan.

Baca: Video Sapi Mati di UPTD Saree Dibuang Begitu Saja

Irpan melihat, sejak sapi dilepas dua hari lalu, saat ini sudah mulai terlihat berisi kembali. Karena itu disimpulkan bahwa selama ini ternak di UPTD IBI Saree tersebut memang kurang diberikan makanan.

"Dua hari dilepas sudah mulai gemuk lagi, jadi kesimpulannya memang kurang pakan disini," sebutnya.

Dalam kesempatan ini, Irpan juga menjelaskan perihal anggaran pengadaan pakan sapi itu. Kata dia, pada 2017 lalu untuk pembelian pakan hanya Rp 1,7 miliar. Bukan Rp 85 miliar seperti kabar yang beredar selama ini.

Baca: DPRA: Persoalan Sapi Kurus Tak Ada Kaitan dengan Kasus Rp 650 Miliar

Kemudian, lanjut Irpan, pada 2018 dianggarkan sebesar Rp 5,2 miliar, dan itu dibagi lagi, untuk pembelian pakan hanya Rp 2 miliar, sedangkan sisanya digunakan membangun padang pengembala (lahan peternakan seperti HMT).

"Artinya, 2017 dan 2018 untuk pakan itu lebih kurang Rp 3,7 miliar. 2017 Rp 1,7 miliar, 2018 ada Rp 2 miliar untuk pakannya, itu yang ada, datanya sudah kita lihat," tegas Irpan.

"Jadi ini untuk meluruskan bahwa dalam dua hari ini DPRA disalahkan kenapa meloloskan anggaran sampai Rp 68 miliar, itu nihil," tutup mantan Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah ini.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...