Unduh Aplikasi

53 Santri Insan Qur'ani Ikut MTQ Tingkat Provinsi Aceh di Pidie

53 Santri Insan Qur'ani Ikut MTQ Tingkat Provinsi Aceh di Pidie
Foto: Ist

BANDA ACEH - Sebanyak 53 santri dayah Insan Qurani (IQ) menjadi peserta mewakili daerah atau kabupaten/kota masing-masing pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung sejak tanggal 20 hingga 28 September 2019 di Kabupaten Pidie.

Ke 53 santri tersebut terdiri dari 23 santri putra dan 30 santri putri, mereka terpilih setelah sebagai duta daerah masing-masing setelah mengikuti seleksi tingkat kabupaten kota, dan akan tampil dalam cabang lomba yang berbeda pada event yang dibuka Plt Gubernur Aceh tadi malam, Sabtu (21/9).

"Alhamdulillah pada MTQ provinsi Aceh ke 34 ini ada 53 santri kita yang menjadi duta daerah masing-masing, mereka akan tampil di berbagai cabang perlombaan pada musabaqah ini," ujar Pimpinan Dayah IQ, Ustad Muzakkir Zulkifli, S. Ag di Arena MTQ Pidie, Minggu (22/9).

Ia menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterima, seluruh santri IQ tersebut telah lulus verifikasi faktual dan siap untuk tampil pada cabang perlombaan yang dimulai hari ini.

"Santri bergabung dengan peserta dan panitia MTQ sesuai dengan asal kafilahnya masing-masing." kata Ust. Muzakkir.

Ia mengatakan, Dayah Insan Qur'ani mendukung penuh santrinya untuk ikut berpartisipasi di setiap event yang dilaksanakan, apalagi MTQ, bahkan hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi dayah yang terletak di Gampong Aneuk Batee Kecamatan Suka Makmur Aceh besar itu.

"Ini sebuah keberhasilan anak-anak kita bersaing di daerahnya masing-masing, tentunya menjadi kebanggaan kami keluarga IQ, kita mendukung anak-anak mengikuti kegiatan seperti ini, karena ini adalah bagian dari pendidikan di dayah IQ untuk membangkitkan semangat fastabiqul khairat dan juga untuk melatih anak-anak dalam membangun motivasi belajar," jelas Ustad Muzakkir.

Keikutsertaan mereka pada event tersebut menurutnya tidak bermasalah dengan proses belajar mengajar di Dayah, malah menjadi motivasi bagi santri untuk otodidak.

"Tidak masalah dengan proses belajar mengajar, malah bisa membangkitkan semangat otodidak belajar dan memancing semangat untuk bertanya dari materi pelajaran yang tertinggal. Kita juga mengantisipasi persiapan ujian Nasional (UN), misalnya sejak semester pertama, kita mengadakan pengayaan, tidak kita tunggu semester genap untuk memaksimalkan persiapan UN," tambah Ustad Muzakkir.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...