Unduh Aplikasi

53 Buruh Perkebunan Gugat PT Damar Siput

53 Buruh Perkebunan Gugat PT Damar Siput
Sejumlah buruh gugat PT Damar Siput ke Pengadilan Hubungan Industrial Banda Aceh. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Sebanyak 53 buruh perkebunan kelapa sawit PT Damar Siput menggugat perusahaan tersebut ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Banda Aceh, Selasa (18/2).

Perkara gugatannya tercatat dalam nomor registrasi 02/Pdt.Sus.PHI/2020/PN.Bna. Sidang perdana pemutusan hubungan kerja massal dihadiri penggugat didampingi kuasa hukumnya dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riki Yuniagara dan Farizah . Sementara pihak PT Damar Siput dihadiri kuasa hukumnya Fahrulrazi. 

Riki Yuniagara selaku kuasa hukum menyebutkan para buruh PT Damar Siput melayangkan gugatan terhadap perusahaan agar membayar upah buruh yang selama setahun belum terbayarkan.

"Kita gugat agar perusahaan membayar upah buruh yang selama setahun belum dibayarkan," katanya. 

Dalam gugatan tersebut, lanjut Riki, para buruh meminta kepada perusahaan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan membayar pesangon. 

"Dalam Undang-undang ketenagakerjaan, setiap perusahaan yang tidak membayar upah/gaji selama tiga bulan berturut-turut maka buruh berhak menuntut memPHK kan dirinya. Perusahaan juga wajib membayar pesangon," sebutnya. 

Selain itu kuasa hukum, Farizah menyebutkan pihaknya menggugat perusahaan sebesar Rp7,5 miliar, total tersebut harus dibayarkan perusahaan mulai dari gaji yang belum dibayarkan, biaya keterlambatan pembayaran upah dan hak-hak lainya.

"Jadi total rinciannya Rp7,5 miliar lebih, kita berharap gugatan dapat di kabulkan oleh majelis hakim," ujarnya. 

Sementara DPW FSMI Aceh, Habibi Inseun  menyatakan pihaknya akan terus mendampingi para buruh agar mereka mendapatkan hak-hak mereka yang telah bekerja selama 18 hingga 20 tahun di PT Damar Siput. 

"Persoalan ini sebelumnya sudah di mediasi antara pihak perusahaan dengan buruh, namun tidak menghasilkan kesepakatan, sehingga harus ditempuh jalur hukum," ungkapnya.

Komentar

Loading...