Unduh Aplikasi

52 Napi Lapas Kelas II B Meulaboh Dapat Asimilasi Rumah

52 Napi Lapas Kelas II B Meulaboh Dapat Asimilasi Rumah
Penyerahan asimilasi rumah tahanan Lapas Kelas II B Meulaboh

ACEH BARAT- Coronavirus Disease atau Covid-19 memberi berkah tersendiri bagi sebagian tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B meulaboh.

Sebanyak 52 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Meulaboh mendapat pembebesan bersyarat atau asimilasi rumah dan Rrintegrasi dengan diawasi oleh Balai Pemasyarakat (BAPAS) Kelas II Nagan Raya. Asimilasi dan Reintegrasi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Lapas Kelas II B Meulaboh, Sugiyanto, disaksikan Badan Pemasyarakat (BAPAS) Kelas II Nagan Raya, Yusnal.

Dari 52 narapidana yang medapat asimilasi tersebut dua diantaranya merupakan tahanan wanita, dan selebihnya tahanan pria. 52 tahanan yang mendapat asimilasi tersebut merupakan pelaku tindak pidana umum.

Para WBP yang mendapatkan ssimilasi dan reintegrasi tersebut merupakan tahanan yang telah menjalani masa hukuman dua per tiga dari vonis yang diterima oleh para narapidana itu.

Kalapas Kelas II B Meulaboh, Sugiyanto, mengatakan pemebriant Asimilasi dan Reintegrasi pada 52 tahanan di lapas tersebut berdasarkan surat keputusan Kementrian Humum Dan Hak Azasi manusia (Kemenkum HAM) nomor 10 Tahun 2010 Tentang pemberian asimilasi di rumah.

“Kita selaku Kalapas Kelas II B Meulaboh bahwasanya melaksanakan perintah dari Kemenkum HAM nomor 10 Tahun 2010 tentang pemberian asimiliasi di rumah. Di Lapas Meulaboh ini sejumlah 52 orang narapidana. Mereka yang mendapatkan ini hukuman lima tahun kebawah yang telah separuh, atau menunggu dua per tiga masa hukumannya,” kata Sugiyanto, kepada wartawan, Jumat, (3/4).

Dikatakan Sugiyanto yang mendapatkan asimiliasi tersebut merupakan mereka yang tercatat telah masuk masa menjalani hukuman selama dua per tiga tercatat sejak 31 Desember 2019 lalu.

Dikatakannya, sebanyak 52 dua narapidana yang mendapatkan asimilasi tersebut langsung berdasarkan nama yang dicatat oleh Kemenkum HAM tanpa adanya pengajuan terlebih dahulu yang diberikan oleh pihak Lapas setempat.

“Sekarang kan sistemnya online, jadi mereka bisa melihat mana tahanan yang sudah menjalani sesuai dengan syarat serta di bawah lima tahun. Jadi kapan masuknya dan hukumannya berapa begitu kita cek keluar namanya,” ungkap Sugiyanto.

Komentar

Loading...