Unduh Aplikasi

51 Nelayan Dipulangkan, KNTI Aceh Besar: Terima Kasih Pak Plt Gubernur

51 Nelayan Dipulangkan, KNTI Aceh Besar: Terima Kasih Pak Plt Gubernur
Ketua KNTI Aceh Besar, Mulyadi. Foto: Ist

ACEH BESAR - 51 orang nelayan Aceh yang sempat ditahan di Thailand, telah kembali lagi ke Aceh, Selasa (6/10). Mereka dipulangkan dari Thailand melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang. 

Saat tiba di Bandara SIM, para nelayan asal Aceh itu disambut langsung oleh tim dari Dinas Sosial Aceh, dan dibawa ke Anjong Mon Mata Meuligoe Gubernur Aceh.  

Di Anjong Mon Mata, para nelayan yang berasal dari Aceh Timur disambut langsung oleh istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati, Kadis Sosial, Alhudri, anggota DPRA asal Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky, serta pejabat Pemkab Aceh Timur, termasuk juga pengurus Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh.

Upaya keras pemulangan 51 orang nelayan tersebut mendapatkan apresiasi dari sejumlah nelayan di Aceh, khususnya mereka yang tergabung dalam organisasi Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). 

Ketua KNTI Kabupaten Aceh Besar, Mulyadi mengatakan upaya yang dilakukan oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, melalui Dinas Sosial Aceh merupakan hal yang luar biasa karena telah mempertemukan kembali keluarga nelayan yang sempat terpisah.

Baca: Masih Ada 50 Nelayan Aceh di India

"Terima kasih banyak pak Plt Gubernur Aceh, karena telah memulangkan rekan - rekan kami. Ini merupakan upaya yang luar biasa, seluruh nelayan di Aceh mengapresiasi langkah cepat ini," ujar Mulyadi kepada AJNN, Selasa (6/10/2020) melalui sambungan telepon dari Aceh Besar.

Mantan Panglima Laot Lhoknga tersebut juga berharap hal seperti ini terus dilakukan di masa yang akan datang. Termasuk kepada nelayan yang mungkin masih ditahan di luar negeri. 

Selain itu, Mulyadi juga berharap pihak terkait di Pemerintah Aceh bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat nelayan, terutama nelayan tradisional tentang aturan yang harus dipatuhi oleh nelayan saat menangkap ikan.

"Kami tentu saja dengan senang hati jika pemerintah bisa memberikan pemahaman tentang regulasi terkait penangkapan ikan, sehingga jika ada teman - teman kami yang menangkap ikan tidak sampai masuk perairan negara lain," ujar pria yang juga Ketua Pegiat Wisata Bahari Pokdarwis Gaki Tuan Lhoknga, Aceh Besar ini.

Komentar

Loading...