Unduh Aplikasi

51 Nelayan Aceh yang Ditahan di Thailand Dapat Amnesti   

51 Nelayan Aceh yang Ditahan di Thailand Dapat Amnesti   
Ilham Pangestu, anggota DPR RI asal Aceh

LANGSA - 51 nelayan asal Aceh Timur yang ditahan di negara Thailand mendapat amnesti (kebebasan) dari Raja Thailand YM Rama X.

"Amnesti tersebut diberikan dalam rangka ulang tahun Raja Thailand pada 28 Juli 2020," kata anggota DPR RI asal Aceh Ilham Pangestu kepada AJNN, Jum'at (11/9) melalui sambungan seluler.

Dikatakan lham Pangestu, amesti tersebut diberikan melalui keputusan Hakim Pengadilan Phang Ngah pada Rabu 9 September 2020) lalu.

Kata Ilham, 51 nelayan asal Aceh Timur tersebut telah dibebaskan dari penjara Phang Ngah dan akan dipindahkan ke Pusat Detensi Imigrasi di Bangkok, selanjutnya akan dipulangkan ke tanah air.

51 nelayan Aceh Timur tersebut sebelumnya ditangkap oleh pihak oteritas keamanan laut Thailand di wilayah perairan Thailand. 

Para nelayan Aceh Timur tersebut ditangkap diwaktu berbeda. Pada Januari 2020 ditangkap 30 nelayan dan 3 anak di bawah umur. Kemudian pada Februari 2020 kembali ditangkap 21 nelayan dan 3 anak di bawah umur.

"Untuk enam anak dibawah umur telah direpatriasi pada 16 Juli 2020," kata Ilham anggota Komisi I DPR RI itu.

Ilham menuturkan, sejak awal ditangkap, perwakilan Indonesia di Thailand telah hadir memberikan pendampingan hukum terhadap para nelayan Aceh Timur itu.

Kata Ilham, pihak KRI Songkhla juga telah menyediakan jasa penerjemahan, memberikan bantuan logistik hingga memfasilitasi komunikasi para nelayan dengan keluarganya di Indonesia.

"Setelah pemberian amnesti, perwakilan Indonesia tetap aktif memberikan pelayanan bagi para nelayan tersebut dengan memberikan bantuan kekonsuleran dan pelayanan dokumen keimigrasian," ujarnya.

Untuk proses kepulangan, sambung Ilham, Indonesia akan mengupayakan seluruh nelayan untuk menjadi peserta repatriasi dengan mengikuti protokol kesehatan dari Bangkok ke Jakarta, selanjutnya kembali ke Provinsi Aceh.

Komentar

Loading...