Unduh Aplikasi

41 TKA Masuk Lagi ke Nagan Raya, KSPI Aceh: Apa Gunanya Qanun

41 TKA Masuk Lagi ke Nagan Raya, KSPI Aceh: Apa Gunanya Qanun
Kedatangan TKA asal China di Nagan Raya. Foto: AJNN/Darmansyah

BANDA ACEH - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) daerah Aceh merasa berang terkait kedatangan kembali 41 Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China ke Nagan Raya, karena itu mereka mempertanyakan kegunaan Qanun Aceh yang mengatur soal ketenagakerjaan.

"Kami pertanyakan bagaimana dengan aturan dalam qanun, bagaimana soal tenaga pendamping," kata Sekretaris KSPI Aceh, Habibi Inseun dalam keterangannya kepada AJNN, Jumat (11/9).

Jika kondisinya para TKA begitu mudah masuk ke Aceh, Habibi juga mempertanyakan apa keistimewaan Aceh sebagai daerah khusus, diluar pertahanan keamanan, politik luar negeri, moneter, yustisi dan fiskal.

"Kalau soal tenaga kerja wujud nyatanya adalah lahir qanun Nomor 7 Tahun 2014, terus itu apa gunanya qanun, Aceh seperti tidak berdaya dalam kekuatan kekuasaan," ujarnya.

Habibi menyampaikan, lebih dari 850 ribu penduduk miskin perlu diperhatikan, serta para lulusan universitas yang mebutuhkan lapangan pekerjaan.

"Kalau investasi hadir tidak dapat memberikan perlindungan dimana pemerintah," tanya Habibi.

Baca: 41 TKA Asal China yang Tiba di Nagan Raya Sudah Miliki Surat Izin Kerja

Dirinya menegaskan, pihaknya tidak anti terhadap investasi dan juga asing, tetapi yang dibutuhkan adalah kepastian dari pelaksanaan peraturan Undang-undangan berlaku.

Kata Habibi, masalah TKA tersebut lebih penting dan genting diselesaikan oleh pemerintah dari persoalan politik dalam pemerintahan yang bergulir sekarang ini.

"Kami menilai eksekutif dan legislatif "terhipnotis". Kami akan lakukan aksi bersama kelompok masyarakat terhadap persoalan ini, kami juga ingin tau siapa sebetulnya dibelakang nya yang memback up sehingga landing mulus," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, sambung Habibi, dari 41 TKA tersebut diantaranya ada 39 Laki-laki dan dua perempuan. Satu pekerja wanita merupakan istri dari salah seorang diantara mereka, satunya lagi teman dekat.

"Dari informasi sementara yang kami terima, dalam dokumen TKA itu semua skill workers (kabarnya demikian) sebagai mekanikal engineer , kontruksi engineer dan lain-lain," tutur Habibi.

Komentar

Loading...