Unduh Aplikasi

40 paket proyek di Dinas PU Simeulue belum rampung

SIMEULUE-Sebanyak 40 paket proyek yang dikelola Dinas PU Simeulue hingga akhir tahun 2014 belum rampung. Jumlah tersebut berdasarkan data yang diperoleh AJNN dari Bidang Bina Marga, Cipta Karya dan Pengairan Dinas PU setempat, Senin (15/12).

Di Bidang Pengairan sebanyak 10 paket proyek yang belum selesai dari 12 paket yang ada. Proyek  belum rampung itu realisasi fisiknya sangat rendah 6 hingga 45 persen. Proyek itu terdiri dari proyek pembangunan jaringan irigasi Maudil oleh CV. Fery and Nanda Rp 315 juta dengan realisasi fisik hanya 6 persen.  Begitu pun dengan proyek irigasi Sua-sua dan irigasi Desa Sembilan yang kontraknya masing-masing Rp 900 juta lebih hanya bisa selesai dengan fisik di bulan ini 23 persen.

Di Bidang Bina Marga sebanyak 6 paket proyek yang belum rampung dengan kondisi realisasi fisik 60 hingga 70 persen. Sedangkan, 20 paket lainnya telah selesai 100 persen.

“Dari 26 paket proyek yang dikerjakan hanya 6 paket yang belum selesai. Sedangkan sisanya sudah selesai 100 persen. Akan tetapi, perusahaan yang belum menyiapkan pekerjaannya akan diberikan perpanjangan waktu sesuai dengan aturan yang berlaku untuk menyelesaikan. Jika tidak bisa memanfaatkan kesempatan waktu yang diberikan terpaksa dilakukan pemutusan kontrak,” sebut Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bidang Bina Marga, Afit Linon, ST.

26 paket proyek di bidang Bina Marga terdiri dari 7 paket proyek pembangunan jalan dan jembatan yang didanai Otsus 2014 dengan jumlah nilai kontrak Rp 24,2 milyar. 15 paket proyek dana DAK reguler dan tambahan untuk pembangunan jalan dan jembatan Rp 12,5 milyar. Serta 4 paket pembangunan jalan dengan sumber dana DAK SPDT sejumlah Rp 15,6 milyar.

Sedangkan di Bidang Cipta Karya yang memiliki cakupan 61 paket proyek yang bersumber dari Otsus, APBK dan DAK 2014 dilaporkansebanyak 24 paket proyek yang belum rampung. Proyek yang didanai Otsus terdiri dari 6 paket pembangunan gedung dengan jumlah pagu Rp 8,6 milyar, pembangunan rumah kaum dhuafa 105 unit Rp 8,7 milyar dan 2 paket proyek saluran drainase dan gorong-gorong Rp 2,5 milyar.

31 paket proyek yang didanai dari APBK focus terhadap pembangunan penataan lingkungan pemukiman penduduk perdesaan sebanyak 18 paket dengan jumlah pagu Rp 1,9 milyar, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan non formal 4 paket pagu Rp 2 milyar, stimulasi rehabilitasi rumah akibat bencana alam kebakaran 38 unit pagu Rp 3,8 milyar, pembangunan gedung pendopo tahap I Rp 9,8 milyar dan penataan pemukiman penduduk perdesaan 4 paket Rp 398 juta.

Sementara, proyek yang didanai DAK yang ditangani Bidang Cipta Karya sebanyak 11 paket penyediaan prasarana dan sarana air limbah jumlah pagu Rp 2,7 milyar, Rehabiltasi sarana dan prasarana air minum 4 paket pagu Rp 2,5 milyar.

“Tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Proyek-proyek yang tidak selesai sesuai dengan aturan akan diambil tindakan sesuai aturan. Dan tahun ini juga tidak berlaku istilah bank garansi untuk jaminan penyelesaian proyek yang belum rampung. Contoh proyek drainase jalan dua jalur yang berada tepat di depan Kantor Bupati setempat kondisi fisik terakhir 40,47 persen. Proyek tersebut masa kerjanya telah berakhir November lalu, tetapi telah di-addendum,” ujar KPA Cipta Karya, Rahadian, ST.

SEPTIAN

Komentar

Loading...