Unduh Aplikasi

37 TKA yang Dikeluarkan dari Nagan Raya Diduga Kembali ke Lokasi Proyek Diam-diam

37 TKA yang Dikeluarkan dari Nagan Raya Diduga Kembali ke Lokasi Proyek Diam-diam
37 TKA asal China yang dikeluarkan dari PLTU 3 dan 4 Nagan Raya. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Fuadri mencurigai 37 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang sebelumnya dikeluarkan dari lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 dan 4 dikembalikan lagi ke lokasi proyek.

Kecurigaan ini diendus Fuadri setalah dirinya mendapatkan informasi dari Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Mobilisasi Penduduk (Dinakermobduk) Provinsi Aceh, Iskandar Syukri yang mengaku tidak tahu akan keberadaan 37 TKA tersebut.

Baca: Kemnaker Keluarkan 37 TKA Asal China dari PLTU 3 dan 4 Nagan Raya

"Saya curiga jika TKA asal China ini dikembalikan ke mess PLTU 3 dan 4. Sebab saat saya hubungi Kadisnakermobduk tadi beliau bilang tidak tahu akan keberadaan mereka di Banda Aceh," kata Fuadri, kepada AJNN.

Fuadri mengungkapkan, sebelumnya ia mendapat informasi jika 37 TKA tidak benar-benar dibawa ke Banda Aceh, hanya setengah perjalanan kemudian dikembalikan ke lokasi proyek.

Padahal, kata dia, sesuai pemberitaan media para TKA tersebut telah dikeluarkan dari lokasi proyek dan di bawa ke Banda Aceh, namun otoritas yang bertanggung jawab terhadap tenaga kerja tersebut malah tidak tahu akan keberadaan para TKA tersebut di Banda Aceh.

"Kalau pengakuan Kadisnaker mereka malah sedang membuat surat mengeluarkan mereka 2 x 24 jam kepada pihak rekanan pembangunan PLTU 3 dan 4. Tapi dari pertemuan kemarin malah katanya sudah dikeluarkan, ini kan aneh," ungkapnya.

Fuadri menduga ada sandiwara yang sedang dimainkan oleh pihak-pihak tertentu dalam menyembunyikan keberadaan 37 TKA yang belum memiliki izin kerja tersebut.

Fuadri meminta kepada aparat penegak hukum untuk membongkar masalah tersebut, apakah benar dikembalikannya para TKA tersebut ke lokasi kerja atau tidak.

"Ini saya melihat seperti ada permainan orang-orang tertentu, saya minta aparat penegak hukum membongkar semua ini. Karena aneh ketika Dinas Tenaga Kerja tidak tahu keberadaan mereka, walau katanya dibawa ke Banda Aceh," imbuhnya.

Komentar

Loading...