Unduh Aplikasi

34 Nelayan Asal Aceh Timur Ditangkap Otoritas Thailand

34 Nelayan Asal Aceh Timur Ditangkap Otoritas Thailand
Kapal nelayan menepi di TPI Pusong Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

BANDA ACEH - 34 nelayan asal Aceh Timur ditangkap otoritas Thailand karena diduga melewati batas laut negara Thailand. 

Kapal Motor Rizki Laot, milik nelayan Idi, beserta 32 anak buah kapal diamankan oleh pihak keamanan angkatan laut negara Thailand, Jumat (9/04) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek mengatakan mereka pergi berlayar 10 hari yang lalu dan ditangkap karena melewati batas negara dan memasuki wilayah perairan Thailand, yang saat itu angkatan laut negara Thailand sedang melakukan patroli. 

"Diduga nelayan kita tersebut sedang menuju kembali ke Idi dan ditangkap karena melewati jalur laut Thailand," ujar, Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek

Kapal tersebut berukuran 60 gross ton, dan ke-34 nelayan yang berada di kapal tersebut antara lain, Abdul Halim sebagai nakhoda, serta ABK yakni Ridwan Daud, Dian, Murdani, Nasruddin, Safrizal, Irwandi, Junaidi, Husaini, Ismail, Aris, Nurdin, Faisal, Abdul Rahman, Muliadi, Sayuti, Abdul Anzit, Zainal Abidin, Junaidi, Abdul Halim, Munir, Hidayatullah, Zulkifli, Darkasyi, Maulana, Joni Iskandar, Boihaki, Muhammad, Jamian, Rusli, Raju Umar, Budi Setiawan, Maulidin dan Ramadhani.

Pihaknya, kata Miftach, sedang menghubungi Panglima Laot Lhok Idi Rayeuk dan pemilik kapal/toke bangku untuk mendapatkan informasi lebih jelas, dan selanjutnya akan menindak lanjuti serta mencari cara agar mereka bisa di bebaskan.

"Kami masih berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan KBRI untuk mengadvokasi nelayan tersebut," ujarnya.

"kita masih menunggu laporan resmi dari Panglima Laot Lhok dan pemilik kapal," tambahnya.

Komentar

Loading...