Unduh Aplikasi

34 Karya Budaya Aceh sebagai Warisan Tak Benda Indonesia

34 Karya Budaya Aceh sebagai Warisan Tak Benda Indonesia
Foto: Ist

BANDA ACEH - Sebanyak 34 karya budaya masyarakat Aceh kini sudah dijadikan sebagai warisan tak benda Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin dalam kegiatan pertunjukan drama kolosal dan malam Anugerah Seni Warisan Budaya Tak Benda 2019 di Taman Budaya, Banda Aceh, Sabtu malam (30/11).

Jamaluddin mengatakan, pada tahun 2019 ini Aceh kembali menerima empat pengakuan warisan tak benda Indonesia, yakni memek kuliner khas dari pulau Simeulue, dan Tari Sining dari etnis Gayo di Aceh Tengah, Gutel kuliner khas Aceh Tengah dan silat Pelintau Aceh Tamiang.

"Pengakuan warisan budaya tak benda Indonesia ini merupakan kebanggaan tersendiri terhadap masyarakat Aceh," ujarnya.

Apalagi, warisan budaya tak benda itu salah satu praktik, representatif, ekspresi, pengetahuan bahkan ketrampilan dan instrumen, objek , artefak serta ruang budaya yang dinilai menjadi kekayaan yang patut dilestarikan sebagai warisan budaya daerah.

"Warisan budaya tak benda adalah bukti bahwa Aceh sejak zaman dahulu merupakan masyarakat yang memiliki nilai dan filosopi yang tinggi dan luhur," ucapnya.

"Aceh yang terdiri dari berbagai etnis merupakan salah satu kekuatan atau kelebihan yang menjadi bekal menuju Aceh Hebat," tutur Jamaluddin.

Untuk melestarikan budaya, kata Jamaluddin, Pemerintah Aceh selalu siap menerima masukan serta usulan dan terlibat secara aktif memperjuangkan warisan budaya tak yang ada di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

"Seluruh lapisan masyarakat, mulai yang tua maupun muda serta kaum intelektual harus menjaga dan terus mengembangkan warisan yang ada saat ini, sehingga tetap hidup dalam wujud masa kini, baik secara presentatif maupun representatif," imbuhnya.

Kegiatan ini juga menyajikan pertunjukan drama kolosal serta menyuguhkan kuliner khas Simeulue yakni Memek dan makanan Gutel yang berasal dari Kabupaten Aceh Tengah serta turut dihibur oleh Tangke Band.

Pementasan drama kolosal teatrikal bertemakan "Rekonsiliasi Hati" yang merupakan hasil kerja kreatif Komunitas Ceudah Hatee berkolaborasi dengan mustika art entertainment dan seniman yang bercerita tentang peradaban Aceh zaman dahulu sampai hari ini.

ADV

Komentar

Loading...