Unduh Aplikasi

33 Nelayan Asal Belawan Jalani Rapid Test di Pidie

33 Nelayan Asal Belawan Jalani Rapid Test di Pidie
Nelayan asal Belawan menjalani Rapid Test. Foto: AJNN/Salman

PIDIE - 33 Anak Buah Kapal (ABK) KM Sumber Samudra asal Belawan, Sumatera Utara telah menjalani pemeriksaan rapid test dari petugas kesehatan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Covid-19) Kabupaten Pidie.

Rapid Tes dilakukan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kuala Pasi Pekan Baro, Kecamatan Kota Sigli, Jumat (5/6). Kapal nelayan tersebut sebelumnya diamankan petugas Sat Pol Airud Polres Pidie di perairan laut Kecamatan Kembang Tanjong.

Baca: Polisi Amankan Kapal Nelayan Asal Belawan di Perairan Laut Pidie

Kapolres Pidie Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian melalui Kabag Ops Kompol AKP Wahyudi kepada AJNN, Jumat (5/6) mengatakan, hasil pemeriksaan petugas kesehatan dengan rapid tes, 33 ABK dinyatakan negatif.

"Hasil Rapid Test mereka negatif dan selanjutnya diperbolehkan untuk melanjutkan kembali perjalanan mencari ikan di laut. Mereka juga diberikan surat keterangan sehat yang masa berlakunya selama tiga hari," katanya.

Kapal nelayan asal Belawan tersebut, awalnya ditemukan petugas Satuan Pol Airud, diperairan laut Kecamatan Kembang Tanjong pada saat melakukan patroli rutin di sepanjang pantai di Pidie.

Setelah dilakukan pemerikasaan, ternyata mereka tidak dilengkapi dengan surat keterangan bebas Covid-19 dari dinas kesahatan.

Kemudian pihak kepolisian melaporkan kepada posko Satgas Percepatan Penanganan (Covid-19) Kabupaten Pidie untuk dilakukan pemerikasaan terhadap 33 ABK tersebut.

"33 ABK tidak dilengkapi surat keterangan bebas Covid, sehingga kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan," ujarnya.

Berdasarkan keterangan Tekong, lanjut Wahyudi, tujuan kapal nelayan tersebut berhenti di perairan Kecamatan Kembang Tanjong untuk mengambil daun pinang untuk dijadikan perangkap ikan di laut karena tekong kapal merupakan warga Kecamatan Kembang Tanjong.

"Kapal nelayan tersebut bergerak dari Belawan, rencana singgah di perairan Pidie untuk mengambil daun pinang dan akan melanjutkan perjalanan mencari ikan di 90 mil tengah laut," kata Wahyudi.

Komentar

Loading...