Unduh Aplikasi

300 Tenaga Kontrak RSUD Cut Nyak Dhien Bakal Dirumahkan

300 Tenaga Kontrak RSUD Cut Nyak Dhien Bakal Dirumahkan
Kasi Asuhan Keperawatan dan Kebidanan, Ira Yuni Hafnita. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSUD) Meulaboh melakukan pengurangan tenaga medis kontrak atau honorer akhir tahun ini sebanyak 30 persen atau 300 orang dari 1200 orang yang saat ini bekerja di rumah sakit itu. Namun dalam pengurangan itu, ada beberapa hal yang akan menjadi pertimbangan bagi yang tidak akan dilanjutkan.

Kepala Seksi Asuhan Keperawatan dan Kebidanan, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Ira Yuni Hafnita, mengatakan adapun pertimbangan awal yang akan diambil terkait pengurangan tersebut yakni kepemilikan Surat Tanda Regestrasi (STR) bagi tenaga perawat dan tenaga bidan.

Ia menjelaskan alasan STR menjadi pertimbangan awal karena itu memang menjadi syarat sesuai dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan.

"Yang jelas syarat awal nantinya adalah STR, karena itu sesuai aturan yang berlaku. Saat ini ada 100-san tenaga kontrak yang belum menyerahkan STR kepada kami, meski sebenarnya sudah kami berikan kerenggangan waktu selama enam bulan ini setelah mereka meneken kontrak," kata Ira Yuni Hafnita kepada AJNN, Kamis (24/10).

Selain STR, lanjut Ira, yang menjadi pertimbangan adalah mereka yang telah mendapatkan Surat Peringatan (SP) dari manajemen rumah sakit, disebabkan kinerja yang dievaluasi selama ini tidak efektif.

Syarat lainnya, kata dia, yang harus dimiliki oleh para tenaga kesehatan rumah sakit tersebut yakni sertifikait PPI (Pelatihan Pasien Infeksi), komunikasi terapeti, BHD (Bantuan Hidup Dasar), Apar (Alat Pemadam Api Ringan) dan manajemen nyeri.

"Sertifikat-sertifikat ini juga menjadi syarat pertimbangan nantinya akan dilanjutkan atau masuk daftar 300 tenaga medis yang akan kami kurangi, karena sertifikat ini juga bagian akreditasi," ujarnya.

Namun, kata dia, untuk sertifikat-sertifikat tersebut pihak rumah sakit saat ini sedang mengupayakan agar para tenaga kesehatan kontrak rumah sakit tersebut bisa memilikinya dengan mengikuti berbagai pelatihan guna mendapatkan sejumlah sertifikat tersebut.

Sejauh ini, kata dia, ada sekitar 200 tenaga medis yang telah diberikan pelatihan khusus untuk mendapatkan berbagai sertifikat yang disyarakatkan itu.

"Tapi yang paling penting ya STR dulu, karena itu syarat awal. Untuk sertifikat terus kami fasilitasi. Karena bisa jadi nanti ada yang belum memiliki lima sertifikat itu, namun telah memiliki STR dan memiliki sumberdaya atau pintar akan kami pertimbangkan untuk bekerja kembali," ungkapnya.

Ira memastikan untuk pengurangan medis pasti akan dilakukan, apalagi manajemen rumah sakit sudah mengeluarkan pengumuman, mengingat berkurangnya pendapatan lewat klaim Badan Penyelenggara Jaminan (BPJS) Kesehatan.

Selain itu, ia juga mengungkapkan kalau keputusan pengurangan itu juga sudah mendapatkan dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat, belum lagi tenaga kesehatan ada saat ini sudah berlebihan.

"Kalau sudah ada persutujuan dari dewan kan sudah enak, jadi sudah ada pemikiran yang sejalan dalam hal ini. Yang pasti kami sesuai aturan yang berlaku," imbuhnya.

Komentar

Loading...