Unduh Aplikasi

JURNALIS WARGA ACEH BARAT

22 Balita di Gampong Simpang Peut Terancam Gizi Buruk

22 Balita di Gampong Simpang Peut Terancam Gizi Buruk
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT - Petugas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Gampong Simpang Peut, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat mendeteksi ada 22 balita mengalami gizi kurang.

Kader Posyandu Simpang Peut, Halimah Tun Syakdiah, menjelaskan 22 balita yang diduga mengalami gizi buruk terdeteksi berdasarkan berat badan.

Dirinya mengatakan anak usia lima tahun harusnya mengalami berat badan 18,5 kilogram. Namun ketika ditimbang rata-rata anak di desa itu berat badannya 12-13 kilogram. Seperti yang dialami balita kembar anak dari Rahmawati yaitu Muzayin dan Muzayan.

“Kami temukan ada anak-anak usia tiga sampai empat tahun, berat badannya sekitar 10-12 kilogram. Kalau normal anak usia itu berat badannya 15-16 kilogram," kata Halimah, Kamis, (18/5).

Apabila kasus gizi kurang ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan para balita ini akan mengalami status gizi buruk yang berdampak pada tumbuh kembang anak, bahkan kematian.

Untuk mengatasi gizi kurang, dibutuhkan perhatian pemerintah desa dalam pemberian makanan tambahan dengan meningkatkan biaya operasional posyandu terutama untuk pemberian makanan tambahan.

“Di desa ini ada 75 balita, 22 orang lainnya terdeteksi mengalami gizi kurang," katanya.

Dahlan|Jurnalis Warga Simpang Peut|

Komentar

Loading...