Unduh Aplikasi

2019 Berakhir, Realisasi APBA Tidak Mencapai Target

2019 Berakhir, Realisasi APBA Tidak Mencapai Target
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Perubahan (APBA P) 2019 oleh Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) tidak mencapai target sesuai perencanaan.

Hingga 31 Desember 2019, anggaran hanya mampu terserap 90,4 persen, dari angka yang ditargetkan hingga akhir tahun sebesar 96,7 persen.

Pantauan AJNN, Jumat (3/1), melalui website layar monitor Percepatan dan Pengendalian Kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (P2K-APBA P), dari total pagu anggaran 2019 sebesar Rp 17,327 triliun, SKPA hanya sanggup merealisasikan Rp 15,665 triliun atau 90,4 persen. Artinya, tersisa Rp 1,663 triliun.

Sisa serapan itu, secara otomatis menjadi dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Aceh.

Dari total 57 SKPA, terdapat lima dinas dengan serapan paling rendah, masih dibawah 80 persen, dan bahkan ada yang tidak mencapai 40 persen.

Adapun SKPA yang paling rendah serapan anggarannya yakni, Baitul Mal Aceh merealisasikan 38,3 persen dari target 98 persen (sisa 59,8 persen).

Kemudian, Badan Reintegrasi Aceh (BRA) merealisasikan 51,6 persen dari target 87,6 persen (sisa 36 persen). Dinas Peternakan Aceh, terserap 67,9 persen dari target 95,1 persen (sisa 27,2 persen).

Foto: Ist

Selanjutnya, Dinas Perindustrian Perdagangan, hanya mampu merealisasikan 73,7 persen dari target 95,3 persen (sisa 21,7 persen). Kelima, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) terserap 74,6 persen dari target 88,8 persen (sisa 14,1 persen).

Sebelumnya, Kadiv Advokasi Korupsi GeRAK Aceh, Hayatuddin Tanjung juga sudah meyakini bahwa SKPA tidak akan mampu merealisasikan APBA P 2019 sesuai target yang telah ditetapkan.

Apalagi, jika dilihat dari realisasi masing-masing SKPA, hampir seluruhnya masih berkisar 80 persen lebih, hanya beberapa dinas saja yang hampir memenuhi target.

"Kalau saya lihat, tidak mungkin realisasi anggaran 2019 ini terserap baik sesuai target yang ditentukukan, tidak mungkin bisa," kata Hayatuddin Tanjung kepada AJNN pekan lalu, Jum'at (27/12).

Hayatuddin meminta Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah harus mengevaluasi seluruh SKPA, karena buruknya serapan anggaran tersebut sudah menjadi prestasi tahunan.

Bahkan, tidak ada bedanya baik saat APBA murni maupun perubahan disahkan tepat waktu atau terlambat disahkan. Serapannya tetap saja rendah, dan jauh dari terget perencanaan.

"Ini menjadi tugas wajib Plt Gubernur Aceh, harus dievaluasi khusus, bila perlu diberikan sanksi," pungkas Hayatuddin.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...