Unduh Aplikasi

18 Kepala Keluarga di Desa Bungkah Digusur

18 Kepala Keluarga di Desa Bungkah Digusur
Ilustrasi. Foto: Merdeka
ACEH UTARA - Puluhan warga menghadang alat berat saat juru sita Pengadilan Negeri Lhoksukon ingin membongkar 18 rumah kepala keluarga di Desa Bungkah, Kecamatan Muara Satu, Aceh Utara.

Saat penggusuran, sempat terjadi dorong mendorong antara warga dengan petugas. Namun, aksi tersebut tidak berlangsung lama setelah Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono, bersama muspika Aceh utara, serta tokoh masyarakat, turun ke lokasi untuk memediasi antara penggugat dan tergugat.

Tak lama setalah itu, eksekusi pun dibacakan juru sita Pengadilan Negeri Lhoksukon, yang dikawal ketat pihak keamanan, dilanjutkan penyerahan hak tanah dari dari tergugat Almarhum Hanafiah, kepada penggugat Said Zainon.

"Penghadangan yang kami lakukan, bukan karena kami tidak mau digusur, melainkan, kami hanya meminta waktu beberapa minggu untuk memindahkan dulu semua harta benda kami yang masih di dalam rumah," kata M. Amir, kepada AJNN, Kamis (3/3).

"Meskipun penggugat Zainon menang dalam perkara menggugat ke Mahkamah Agung (MA). Kami, pihak keluarga tetap tidak iklas, karena sebenarnya tanah ini milik keluarga kami, tergugat Almarhum Hanafiah," jelasnya. "Apa keluarga penggugat berani bersumpah di atas Alquran, kalau tanah ini milik mereka."

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Lhoksukon, Teuku Syarafi melalui Panitera Agus, menjelaskan, setelah Mahkamah Agung mengabulkan perkara sengketa tanah oleh penggugat Said Zainon, terhadap tergugat Hanafiah. Pihak Pengadilan meneruskan untuk proses penyitaan.

"Saat ini proses eksekusi sudah selesai kami lakukan, setelah dibacakan yang ditanda tangani berita acara oleh penggugat dan tergugat, dan tanah itu sudah sah milik penggugat," jelas Agus.

Komentar

Loading...