Unduh Aplikasi

16 Pelaku Curanmor Ditangkap, 15 Motor dan Satu Mobil Berhasil Diamankan

16 Pelaku Curanmor Ditangkap, 15 Motor dan Satu Mobil Berhasil Diamankan
Polisi memperlihatkan barang bukti dan pelaku curanmor saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe berhasil membekuk 16 pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) beserta barang bukti sebanyak 15 unit motor berbagai jenis serta satu unit mobil.

Hal tersebut diungkap selama dilakukan operasi sikat rencong 2019 di Wilayah Hukum Polres Lhokseumawe mulai 1 hingga 20 Agustus 2019.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Indra T Herlambang mengatakan, dari hasil operasi Sikat Polres Lhokseumawe selama 20 hari telah diungkapkan sembilan kasus pencurian sepeda motor dengan jumlah tersangka 16 orang serta jumlah barang bukti 15 unit sepeda motor berbagai jenis dan satu unit kendaraan roda empat jenis sedan.

“16 tersangka tersebut terdiri dari penadah dan pemetik, dan ada juga yang residivis. Adapun modus yang sering digunakan oleh pelaku adalah pembobolan dengan kunci T,” katanya didampingi Kabag Ops Kompol Adi Sofyan saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Senin (19/8).

Sambungnya lagi, ke 16 pelaku tersebut yakni berinisial SB (31), S (33), A (32), SY (32), RF (31), F (30), Y (30), R (43), H (36), J (36), FA (12), RA (18) A (32), AS (45), BA (38) dan S (40) mereka merupakan warga Lhokseumawe dan Aceh Utara.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, supaya memarkirkan motor ditempat yang aman, karena setelah dicek, motor yang menjadi sasaran yaitu motor yang terparkir di tempat yang terbuka dan tidak aman. Kemudian berilah kunci ganda karena modus paling sering dilakukan yaitu membuka dengan kunci T,” ungkapnya.

Sambungnya, setelah melakukan pemetikan, tidak dikuasai dalam waktu lama tapi langsung di jual kepada penadahnya, sehingga pihaknya melakukan penelusuran dan kemudian ditangkaplah pihak pemetik dan penadah, sampai saat ini pihaknya belum bisa membuktikan kalau mereka jaringan, tapi lebih kepada bermain kepada kelompok sendiri.

“Kepada ke 16 pelaku tersebut akan kami terapkan pasal 363 KUHP Jo Pasal 480 KUHP tentang pencurian dan pertolongan jahat, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun kurungan penjara,” imbuhnya.

Komentar

Loading...