Unduh Aplikasi

15 Grup Saman akan Unjuk Kebolehan di Festival Saman Gayo Lues

15 Grup Saman akan Unjuk Kebolehan di Festival Saman Gayo Lues
Saman Gayo Lues Festival 2019. Foto: Ist

GAYO LUES - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar Festival Saman 2019 di Blangkejeren mulai 18 sampai 21 Agustus 2019. Tepatnya di area stadion Seribu Bukit Kecamatan Bebesan.

Berbeda dengan pelaksanaan Festival Saman tahun-tahun sebelumnya. Kini tarian yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNIESCO itu bukan untuk ditampilkan saja, tetapi akan diperlombakan untuk 15 grup dari tujuh kabupaten/kota se Aceh.

Para peserta lomba saman ini nantinya bertarung dengan durasi waktu 10 sampai 15 menit. Para pemenang nantinya akan memperoleh hadiah sebesar Rp 73 juta. Serta keluar sebagai grup yang memiliki kebanggaan serta disaksikan langsung oleh masyarakat saman.

Adapun 15 grup yang akan menampilkan kehebatan mereka di negeri seribu bukit itu yakni dari Kota Banda Aceh grup Duta Saman Institude. Kabupaten Aceh Tenggara mengirimkan dua grub antara lain grup Tunes Mude dan Al-Algayoni.

Kemudian, Kabupaten Aceh Tengah dua grup antara lain Perantonengia dan Gelingang Raya. Lalu Kabupaten Aceh Timur grup seni Bunin. Kabupaten Aceh Besar satu grup yakni Serungkeng Meuligo. Selanjutnya dari Kabupaten Pidie juga satu tim yaitu grup Pusaka Nanggroe.

Terakhir dari Kabupaten Gayo Lues atau tuan rumah mengirim sebanyak enam grup saman yakni Pratik Jaya, Bujang Serbang, Kecapi Leuser, Kampung Pertik, Serbang Ari Lempuh dan Beringin Sejuk.

Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin mengatakan, festival yang bertajuk “Pancarkan Cahaya Aceh Melalui Seni Budaya” ini mendapatkan dukungan Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

"Nantinya akan dibuka langsung oleh Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah pada tanggal 19 Agustus 2019," kata Jamaluddin.

Baca: Ratoh Jaroe dan Saman Bakal Meriahkan Pembukaan Festival Saman di Gayo Lues

Selain perlombaan saman, pada event ini juga ada rangkaian acara indosiana. Diisi dengan kegiatan yang bersifat edukasi dalam implementasinya untuk lebih mengenal budaya Gayo Lues, salah satunya perhelatan seminar saman yang diprakarsai BPNB wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Karena itu, Jamaluddin mengajak seluruh masyarakat dunia pecinta budaya serta nuansa alam yang eksotis untuk hadir pada perhelatan Festival Saman di Dataran Tinggi Gayo Lues untuk merasakan sensasi juara dengan memiliki Saman sebagai seni budaya yang sarat nilai filosofisnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Disbudpar Aceh, Suburhan menyampaikan, pada malam pembukaannya juga akan ada penampilan tarian massal Ratoh Jaroe yang dirangkai dengan penampilan Saman. Hal itu ditujukan untuk menambah dramatis acara serta bertujuan meluruskan paradigma keliru mengenai Ratoh Jaroe sebagai Saman.

“Ratoh Jaroe adalah seni kreasi sementara Saman yang diakui sebagai warisan budaya tak benda milik dunia oleh UNESCO, bukan hanya merupakan seni tradisi namun bagi masyarakat Gayo Lues, Saman adalah kebudayaan," tegas Suburhan.

Tak hanya itu, festival ini juga dimeriahkan oleh beberapa artis lokal Aceh dan dari daerah Gayo Lues. Dan malam penutupannya nanti pada 21 Agustus 2019 akan dihibur artis pendatang baru yakni Rialdoni.

"Festival Saman yang merupakan salah satu event yang terdaftar sebagai 100 Top Event Indonesia dan menjadi Aceh’s 3 Top Event dimeriahkan juga dengan beberapa artis Aceh," tutur Suburhan.

ADV

Komentar

Loading...