Unduh Aplikasi

148 Ribu Warga Aceh Tamiang Belum Miliki Akta Kelahiran

148 Ribu Warga Aceh Tamiang Belum Miliki Akta Kelahiran
Kepala Disdukcapil Aceh Tamiang, Sepriyanto.

ACEH TAMIANG - Sebanyak 148.605 dari 300.542 jiwa jumlah penduduk Kabupaten Aceh Tamiang belum memiliki akta kelahiran.

“Sesuai data yang kami miliki, per 28 Agustus 2020, jumlah pemilik akta kelahiran di Kabupaten Aceh Tamiang baru mencapai 151.937 orang dari jumlah penduduk 300.542 jiwa," kata Kepala Dinas Dukcapil Aceh Tamiang, Drs. Sepriyanto, Selasa (8/9).

Sepriyanto menjelaskan, dari 151.937 penduduk yang sudah memiliki akta kelahiran itu, 99.268 diantaranya merupakan orang yang berusia dari 0-18 tahun.

Artinya, 148.605 penduduk yang belum memiliki akta kelahiran merupakan orang dewasa, tua, dan orang yang sudah melewati batas usia sekolah (diatas 18 tahun).

Sepriyanto menyebutkan, padahal setiap warga negara Indonesia wajib memiliki akta kelahiran. Apalagi bagi PNS, ketika pensiun persyaratannya harus ada lampiran akta kelahiran, begitu juga untuk yang pergi ke luar negeri atau naik haji, juga harus memiliki akta kelahiran.

Akta kelahiran juga dibutuhkan untuk data di sekolah atau saat mencari pekerjaan.

Dikatakan Sepriyanto, saat ini dari layanan rutin yang dilakukan oleh Disdukcapil Aceh Tamiang setiap hari kerja optimalnya hanya 50 akta kelahiran per hari yang bisa dicetak. Hal itu disebabkan pengurusan dokumen adminduk lainnya seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP El juga ramai, rata-rata perharinya mencapai 400 dokumen adminduk.

"Jika satu hari hanya bisa menyelesaikan 50 akta kelahiran, maka untuk menyelesaikan 148.605 jiwa akta kelahiran butuh waktu 11 tahun ke depan," ujarnya.

Untuk memaksimalkan pengurusan akta kelahiran dan dokumen adminduk lainnya, kata Sepriyanto, Disdukcapil saat ini telah dibantu Petugas Registrasi Kampung (PRK) sejak bulan Juli 2020 lalu menggunakan sistem atau strategi jemput bola, dan pengurusan dokumen dilakukan secara kolektif.

"Strategi itu tidak hanya di buka untuk masyarakat yang tidak memiliki akta kelahiran saja, namun juga untuk orang yang sudah memiliki akta kelahiran terbitan sampai tahun 2010 yang perlu dilaporkan kembali ke Disdukcapil untuk diinput datanya dalam sistem," tutur Sepriyanto.

Menurutnya, kepemilikan akta kelahiran dan dokumen kependudukan lain, seperti e-KTP, KK, akta kematian, akta perkawinan, akta pengangkatan anak, merupakan sesuatu yang sangat penting dan dibutuhkan setiap penduduk dalam mengakses layanan publik lainnya.

Ia menambahkan, akta kelahiran atau akta kematian orang tua sangat dibutuhkan oleh anaknya saat melakukan pengurusan administrasi tertentu, misalnya untuk pendaftaran kerja, masuk TNI, Polri dan PNS, bantuan beasiswa untuk anak yatim.

Agar semua penduduk Aceh Tamiang segera memiliki dokumen kependudukan lengkap dengan data yang benar dan terupdate, Disdukcapil saat ini sedang berjibaku membantu masyarakat didukung oleh jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, dan PRK.

"Prioritas pertama adalah akta kelahiran, saat ini dari 7.500 pendaftar akta kelahiran,1.500 diantaranya sudah selesai diterbitkan dan dalam waktu dekat akan segera dibagikan," katanya.

Sepriyanto berharap kepada semua penduduk Aceh Tamiang agar memeriksa kembali kepemilikan akta kelahiran masing-masing. Apabila ada yang sudah memiliki akta kelahiran, tetapi terbitan lama sampai tahun 2010, diharapkan agar segera melaporkan kepada pihak Disdukcapil untuk diinput ke database.

"Bagi yang belum memiliki akta kelahiran, silahkan mengurus ke Dinas Dukcapil atau meminta bantuan dari aparat Kampung atau langsung dengan Petugas Registrasi Kampung untuk pengurusan akta kelahirannya," ungkapnya.

Komentar

Loading...