Unduh Aplikasi

13 Desa di Woyla Timur Aceh Barat Diterjang Banjir

13 Desa di Woyla Timur Aceh Barat Diterjang Banjir
ACEH BARAT - Sebanyak 13 Desa di Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat diterjang banjir luapan sungai Krueng Bhee akibat hujan deras mengguyur Kabupaten Aceh Barat, sejak selasa, (23/8) kemarin.

Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Woyla Timur, Teuku Marzuki,mengatakan 13 Desa yang dilanda banjir tersebut meliputi Desa Buket Meugajah, Blang Makmue, Gampong baroe KB, Alue Meuganda, Tuwie Eumpeuk, Alue Seuralen, Blang Luah, Gunong Pintoe, Gunong Panyang, Seuneubok Dalam, Alue Bilie, Alue Eumpek dan Blang Dalam.

“Ketinggian air di desa ini rata- rata 50 centimeter. Untuk jumlah rumah yang tergenang sekitar 250 rumah,” kata Marzuki, Rabu, (24/8) kepada wartawan.

Marzuki mengkhawatirkan jika hujan terus terjadi hingga malam nanti ketinggiang air akan semakin bertambah. Meski tergenang banjir, kata dia, hingga saat ini warga 13 desa tersebut masih bertahan di rumah mereka, dan belum ada yang dievakuasi.

Walau banjir telah melanda 13 desa di Kecamatan Woyla Timur, namun hingga saat ini belum ada bantuan masa panik yang disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

“Bantuan masa panik biasanya baru disalurkan setelah ditetapkan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sebagai daerah terkena bencana banjir. Saat ini kita baru laporkan,” kata dia.

Banjir yang terjadi di daerah tersebut sendiri disebabkan oleh sungai Krueng Bhee yang sempit dan berliku sehingga saat hujan deras terjadi membuat air mudah meluap karena tidak mampu menampung debit air.

Sementara itu Geuchik (Kepala Desa) Blang Luah, Muhammad Din mengatakan banjir yang menggenangi desa mereka terjadi sejak pukul 06.00 WIB pagi tadi.

Banjir yang melanda desanya tersebut, kata Muhammad Din, kerap terjadi saat hujan deras melanda.

“Saya berharap pemerintah secepatnya melakukan normalisasi Krueng Bhee yang kondisinya berkelok untuk diluruskan dan dilebarkan untuk mengatasi banjir karena sudah puluhan tahun nasib kami terus tergenang banjir,” ungkapnya.

Sementara itu Mukhsin berharap kepada pemerintah Kabupaten Aceh Barat jika menyalurkan bantuan masa panik tidak melalui kantor kecamatan, karena dikwatirkan penyalurannya terlambat.

“Tolong bilang sama pemerintah kalau salurkan bantuan jangan lagi lewat pemerintah kecamatan, soalnya tidak langsung disalurkan tunggu beberapa hari dulu, langsung aja lewat geuchik usul saya,” tutupnya.

Komentar

Loading...