Unduh Aplikasi

12 Nelayan Myanmar Jalani Pemeriksaan di PSDKP Lampulo

12 Nelayan Myanmar Jalani Pemeriksaan di PSDKP Lampulo
Petugas sedang memeriksa 12 ABK beserta nahkoda kapal asing di pangkalan PSDKP Lampulo. Foto: Tommy

BANDA ACEH - Pasca penangkapan dua unit kapal asing di perairan Indonesia, 12 ABK beserta nahkoda warga negara Myanmar saat ini menjalani pemeriksaan oleh penyidik pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Banda Aceh.

"12 nelayan Myanmar saat ini sedang menjalani pemeriksaan, mereka ditahan di pangkalan PSDKP Lampulo," kata Basri, Kepala pangkalan PSDKP, Jumat (13/3).

ABK bersama nahkoda kapal akan menjalani masa penyidikan perkara selama 30 hari, selanjutnya berkas perkara akan di serahkan ke Kejaksaan Negeri Langsa.

"Perkara ini sudah masuk tahap penyidikan, secepatnya akan kita rampungkan dan diserahkan ke jaksa," ujarnya.

Selain mengamankan 12 ABK beserta nahkoda kapal, tim PSDKP juga telah menyita barang bukti bukti berupa dua unit kapal, alat komunikasi, alat navigasi, dua jaring trawl serta 2,3 ton ikan hasil tangkapan di perairan Indonesia.

Baca: Dua Kapal Berbendera Myanmar Ditangkap di Perairan Aceh

"Barang bukti dua unit kapal ikan asing masih di Langsa, setelah berkas perkara selesai, akan kita bawa ke Kejari Langsa selanjutnya ke pengadilan setempat untuk disidangkan," kata Basri.

Ia juga menyebutkan ke 12 ABK beserta nahkoda dalam kondisi sehat, sebelum dibawa ke daratan mereka telah menjalani pemeriksaan oleh dokter dari karantina pelabuhan.

"Dari hasil pemeriksaan tim dokter, mereka dinyatakan sehat, sehingga di bolehkan ke daratan," sebut Basri.

Diberitakan, dua unit kapal ikan asing berndera Malaysia ditangkap di Selat Malaka perairan Indonesia oleh kapal patroli Hiu 12 Kementerian Kelautan Perikanan. Kedua kapal tersebut tidak memiliki dokumen sah dari Pemerintah Indonesia dan mengunakan alat tangkap trawl yang dilarang.

Komentar

Loading...