Unduh Aplikasi

KEUCHIK MEUNASAH RAYEUK DITANGKAP

12 Anggota DPRA Asal Aceh Utara dan Lhokseumawe Harus Bersikap

12 Anggota DPRA Asal Aceh Utara dan Lhokseumawe Harus Bersikap
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH UTARA- Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, Zubir. HT meminta 12 anggota DPR Aceh asal Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe untuk turut andil mengadvokasi persoalan hukum yang dialami Keuchik Gampong Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam.

Selain itu, Zubir juga berharap untuk segera memanggil semua pihak untuk dimintai keterangan terkait kasus benih IF8, hingga tim penyelidikan Polda Aceh menetapkan tersangka dan dilakukan penahanan terhadap Tgk Munirwan.

Menurut Zubir, penetapan dan penahanan terhadap Tgk Munirwan, merupakan bentuk diskriminasi yang sangat luar biasa kepada petani di Aceh, khususnya Aceh Utara.

"Secara pribadi sangat menyesalkan terkait penetapan tersangka dan penahanan terhadap Tgk Munirwan, seakan apa yang dilakukan itu perkara kriminal besar, dan merugikan orang lain," katanya, Rabu (25/7) malam.

Dia menjelaskan setelah mengetahui Tgk Munirwan ditetapkan tersangka dan ditahan terkait benih padi IF8, pihaknya langsung lakukan pertemuan dengan anggota DPRK Aceh Utara lainnya.

Baca: LSM di Lhokseumawe Kecam Dinas Pertanian Aceh yang Polisikan Keuchik Meunasah Rayeuk

"Tidak kami bayangkan Dinas Pertanian Provinsi Aceh mengambil sikap tegas untuk menjobloskan salah seorang keuchik berprestasi di Aceh Utara kedalam penjara lantaran persoalan pengembangan benih padi IF8," jelasnya.

Namun begitu, pihaknya menghargai dan menghormati proses hukum yang sedang dilakukan pihak Polda Aceh. Namun, sebelum dilanjutkan ke proses pidana, dinas pertanian melakukan pendampingan memberi teguran kepada Tgk Munirwan, hingga benih IF8 yang belum dilebelisasi tidak dikomersilkan secara luas.

"Harusnya Pemerintah Aceh khususnya Dinas Pertanian memberi keringanan atas masalah ini, misalnya dengan mencabut laporan dan kemudian kasus ini ditegaskan dan diselesaikan secara damai,"katanya.

Komentar

Loading...