Unduh Aplikasi

11 Rumah Gagal Tender, Mahasiswa: Pejabat Lhokseumawe Tak Berkompeten

11 Rumah Gagal Tender, Mahasiswa: Pejabat Lhokseumawe Tak Berkompeten
Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Gagalnya tender 11 rumah dhuafa di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, mendapat tanggapan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Lhokseumawe.

Mahasiswa menganggap gagalnya tender karena ada administrasi yang tidak lengkap membuktikan pejabat di Kota Lhokseumawe sangat tidak berkompeten dan tidak berintegritas dalam menjalankan tugasnya.

Baca: Gagal Tender, Dhuafa Penerima Rumah Bantuan Kembali Nestapa

Ketua BEM FH Unimal, Muhammad Fadli mengatakan, dalam Peraturan Presiden nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa (PBJ) Pemerintah disebutkan bahwa apabila proses tender gagal dilakukan oleh Pokja di ULP melalui persetujuan penggunaan anggaran/kuasa pengguna anggaran (PA/KPA) bisa melakukan langkah-langkah lain, seperti negoisasi meskipun tidak memenuhi minimal 3 peserta.

“Disini kami mengindikasikan ada kong-kalikong yang berujung pada korupsi sehingga ada beberapa kepentingan yang belum terakomodir, patut diduga mungkin fee-nya belum cukup akhirnya rakyat lagi yang menjadi korban,” jelasnya.

Baca: MaTA Desak Wali Kota Copot Kepala ULP Lhokseumawe

Lanjutnya, BEM FH Unimal sangat menyayangkan kejadian tersebut. Selama ini mahasiswa juga sangat konsen dalam mengadvokasikan kasus-kasus fakir miskin yang mempunyai rumah tidak layak huni di kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

“Apabila Tender tersebut kemarin berhasil, kan itu sungguh akan membantu masyarakat tersebut. Disini kami juga sepakat, Wali Kota Lhokseumawe harus mengambil sikap tegas untuk mencopot kepala UPL kota Lhokseumawe sebagai bentuk punishmet karna tidak mampu menjalankan tugas dan wewenangnya dengan baik dan benar sehingga mengorbankan rakyat," katanya.

"Dan kami juga akan membawa kasus ini ke ranah litigasi supaya bisa diselidiki Kejari Lhokseumawe agar perilaku-perilaku inkonstitusional seperti ini tidak terjadi lagi di kota Lhokseumawe ke depannya,” ungkapnya.

Dalam hal ini pihaknya meminta Pemerintah harus memprioritaskan rakyat dari pada kepentingan-kepentingan lainnya, karna mereka diamanahkan bekerja untuk rakyat bukan untuk segelintir orang.

“Kami BEM FH UNIMAL akan selalu membumi bersama rakyat, kami akan terus mengadvokasikan dan mengawal kasus ini hingga kebenaran nya terungkap,” pungkasnya.

Komentar

Loading...