Unduh Aplikasi

10 Tahun Terakhir Kerugian Masyarakat dari Investasi Ilegal Capai Rp114 Triliun

10 Tahun Terakhir Kerugian Masyarakat dari Investasi Ilegal Capai Rp114 Triliun
Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK RI, Tongam L Tobi (Posisi berdiri). Foto: AJNN/Indra Wijaya.

BANDA ACEH - Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasasi Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia (RI), Tongam L Tobi menyebutkan, dalam 10 tahun terakhir kerugian masyarakat yang di dapat dari investasi ilegal mencapai Rp114 triliun.

"Itu yang baru diproses hukum dan dilaporkan masyarakat. Masih banyak yang belum dilaporkan," kata Tongam saat diskusi waspada investasi ilegal Kamis (8/4/2021) di Kantor OJK RI Perwakilan Aceh, Banda Aceh.

Tongam mengatakan, masyarakat yang masih belum melapor akan investasi ilegal itu masih merasa malu jika melapor karena sudah tertipu.

Jumlah sebanyak itu kata Tongam, didapat dari berbagai jenis investasi ilegal yang ada di Indonesia. Karena hal tersebut juga, lanjutnya, Hal ini menggambarkan bahwa kasus investasi ilegal seperti masih marak dilakukan.

"Dari sisi pelaku, saat ini dengan kemudahan membuat aplikasi baru, itu memudahkan orang menawarkan investasinya. Kita tidak jarang mendapat pesan singkat (SMS) atau melalui media sosial mengenai penawaran terhadap investasi," ungkapnya.

Sementara dari sisi masyarakat sendiri kata Tongam, masih kurangnya literasi terhadap mengenai produk-produk keuangan.

"Masyarakat kita saat ini mudah tergiur dengan investasi ilegal yang ditawarkan pelaku. Karena yang ditawarkan itu modal sedikit tapi diiming-iming keuntungan yang melimpah," ucapnya.

Sebab kata Tongam, pada investasi ilegal ini tidak ada barang atau jasa yang ditawarkan. Masyarakat tidak perlu kerja, namun akan mendapat imbalan yang tinggi.

"Terus testimoni dari pada pelaku, seakan-akan bahwa investasi itu benar. Masyarakat harus paham logis dan legal investasi yang ditawarkan pelaku," jelasnya.

Untuk di Aceh sendiri, yang saat ini mencuat itu ada investasi bodong yang dilakukan oleh Yalsa Boutique. Dalam tempo beberapa bulan saja uang yang dikumpulkan dari korban sebesar Rp164 miliar.

"Itu baru satu tempat saja. Belum lagi investasi bodong lainnya yang ada di Aceh," pungkasnya.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...