Unduh Aplikasi

1,4 miliar dana TKI dewan Bireuen 2004 – 2009 belum dikembalikan

1,4 miliar dana TKI dewan Bireuen 2004 – 2009 belum dikembalikan
Uang, Ilustrasi
BIREUEN - Gabungan Solidaritas Anti Korupsi (GaSAK) menyebutkan, hingga kini masih terisa dana Tunjangan Komunikasi Insentif (TKI) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen periode 2004 – 2009 yang belum disetor ke kas negara sebesar Rp 1.410.755.00. Karena itu lembaga anti korupsi ini mendesak dewan bersangkutan agar segera mengembalikan.

Dalam siaran pers yang dikirim ke AJNN, Kamis (27/2), koordinator GaSAK, Mukhlis Munir menyebutkan jumlah penerima dana TKI saat itu sebanyak 36 orang. Dana TKI keseluruhan yang diperoleh DPRK periode 2004-2009 berjumlah Rp 2,227,680,000.

“Dari 36 orang anggota, yang sudah melunasi keseluruhan hanya 11 orang. Sementara 10 orang belum mengembalikan sama sekali. Dan sisanya masih nyicil. Jadi anggaran yang sudah dikembalikan sejumlah Rp 816,925,000,” kata Mukhlis.

Mukhlis mendesak bagi yang belum mengembalikan, baik yang menyicil apalagi yang belum sama sekali dana tersebut untuk segera mengembalikannya. Sebagaimana terlampir dalam PP No 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga PP No 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD. Pasal 29 A PP No 21/2007 secara tegas menyebutkan, anggota DPRD yang telah menerima TKI dan pimpinan DPRD yang menerima BPOP sebagaimana dimaksud dalam PP No 37/2006 harus menyetorkan ke kas umum daerah paling lambat satu bulan menjelang berakhirnya masa jabatan pada tahun 2009.

“Begitu pula pada anggota dan pimpinan yang sudah di-PAW atau sudah tidak menjabat. Bila anggota dewan diberhentikan, maka cicilan pengembalian tunjangan harus dilunasi sebelum berhenti. Bila anggota dewan tersebut meninggal dunia, maka pengembalian tunjangan dilakukan oleh ahli warisnya,” tambahnya.

GaSAK merilis nama-nama yang belum mengembalikan sama sekali, yaitu Bukhari MY, Ir. Muntasir Hasan, Drs. H. Ibrahim Hasyimy, MBA, Jailani. MA Namsa, dan lima orang lagi sudah meninggal dunia.

Tambah Mukhlis, dari 36 anggota dewan, dari total pengembalian Rp 64,260,000/per anggota dewan. Dari 16 anggota dewan yang sedang menyicil namun terdapat 6 anggota dewan yang paling sedikit menyetor, kurang lebih 4 dan 5 juta saja. Yaitu Drs. H. Anwar Idris, Munawar Yusuf, Tgk. Syafruddin Ishak, H. dahlan M. Syah, Munizar Taleb, dan Mukhtar M. Thaib.

Sementara mereka yang sudah melunasi yaitu : H. Abubakar, SH, Ir. Saifuddin, MH, Dra. Hj. Nurbaiti A. Gani, H. Achmad B. Namploh, H. Yusri Abdullah, Drs. Tgk. Mohd Hasan, Zulfahmi, ST, M. Fauzi, S. Si, Syafie M. Isa Ibr, H. Zulkifli Ali, SE, Dra. Hj. Rosnany, A. Pt

ZULIA JM - SAFRI MS
Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...