Unduh Aplikasi

1.019 Ton Minyak CPO Dikirim Melalui Pelabuhan Susoh

1.019 Ton Minyak CPO Dikirim Melalui Pelabuhan Susoh
Bongkar muat minyak CPO di Pelabuhan Susoh. Foto: Ist

ACEH BARAT DAYA - Pelabuhan Kelas III Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pada Jumat (18/10) mulai melakukan aktifitas pengangkutan Crude Palm Oil (CPO) perdana ke Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Susoh, Wasfina mengatakan sebanyak 1.019 ton komoditi minyak sawit mentah asal Kabupaten Nagan Raya itu, diangkut menggunakan kapal Self Propeller Oil Barge (SPOB) Indo Raya Line.

“Pemiliknya (minyak CPO) PT Raja Marga, dari Nagan Raya diangkut kemari (Susoh) menggunakan 36 truk tangki,“ kata Wasfina saat ditemui AJNN di kantornya, Senin (21/10).

Kata Wasfina, kapal pengangkut CPO tersebut tiba ke Pelabuhan Susoh pada Jumat (18/10) lalu, sekitar pukul 06.15 WIB. Sambungnya, kapal ini sebelumnya juga melakukan muat minyak CPO dari Sinabang, Kabupaten Simeulue.

Aktifitas bongkar muat minyak CPO dari truk tangki ke kapal SPOB Indo Raya Line ini, dilakukan mulai pukul 16.00 WIB. Minyak-minyak sawit mentah tersebut diangkut menggunakan armada angkutan darat dari Kabupaten Nagan Raya.

Mobil truk pengangkut CPO di Pelabuhan Susoh. Foto: Ist

“Kapasitas kapal itu 3.681 Ton. Dari Sinabang muatan CPO-nya sekitar 1.000 Ton. Total (CPO) yang diangkut ke Belawan sekitar 2.019 Ton,“ jelasnya.

Menurut informasi yang diterima, pengangkutan melalui jalur laut ini merupakan uji coba yang dilakukan oleh pemilik barang untuk menghitung cost (biaya) pengangkutan. Selama ini, minyak sawit mentah ini diangkut melalui jalur darat menuju Sumatera Utara.

“Jika pengangkutan yang perdana ini sukses dan menurut evaluasi mereka lebih menguntungkan menggunakan jalur laut, maka akan berlanjut,“ ujarnya.

Baca: Nova Luncurkan Ekspor CPO Perdana ke India dari Pelabuhan Calang

Sementara itu, ia mengatakan bongkar muat minyak CPO yang dilakukan terbilang sukses. Hal itu sekaligus membantah rumor yang beredar di masyarakat bahwa di Pelabuhan Susoh, kapal tidak bisa melakukan sandar ke dermaga saat melakukan bongkar muat.

Meski demikian, ia mengakui bahwa kapal SPOB Indo Raya Line yang memiliki panjang 78,10 meter dengan lebar 18,5 meter itu, merupakan ukuran maksimun dari kapal yang dapat bersandar ke dermaga Pelabuhan Susoh.

“Alasan ini pula yang selama ini membuat pemilik kapal, enggan menggunakan pelabuhan kita. Menurut hemat saya, proses bongkar muat kemarin cukup sukses. Tidak ada kendala apapun,“ pungkasnya.

Pada tahun 2011 silam, perusahaan tambang yang ada di Abdya juga pernah menggunakan Pelabuhan Susoh ini, untuk melakukan ekspor langsung hasil kegiatan penambangan bijih besi ke Negera Cina.

Komentar

Loading...