Unduh Aplikasi

"Zakat Fitrah" Sandi Suap Irwandi

"Zakat Fitrah" Sandi Suap Irwandi
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bersama Bupati Bener Meriah Ahmadi. Foto: Facebook

BANDA ACEH - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap sandi yang digunakan dalam kasus suap proyek-proyek yang bersumber dari DOKA tahun 2018. Dalam dakwaan terhadap Ahmadi yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum KPK disebutkan sandi yang digunakan berupa "Zakat Fitrah" dan "Satu Ember"

Zakat Fitrah yang dimaksud adalah komiten fee yang harus diberikan kepada Irwandi terkait pengaturan program kegiatan pembangunan Kabupaten Bener Meriah yang bersumber dari DOKA tahun 2018. Sementara "Satu Ember" adalah jumlah yang harus diberikan yaitu Rp 1 miliar.

Sandi tersebut diketahui dari pesan Whatsap yang dikirim kepada Muyassir (Ajudan Ahmadi) kepada Bupati Ahmadi dengan kalimat "Siyap pak, mau ngomong masalah zakat fitrah lebaran ini pak" "Satu ember dulu pak". Atas pemintaan itu Ahmadi menyanggupinya dengan menjawab "Ya".

Setelah itu, bertempat di kafe Quantum Banda Aceh, Muyassir melakukan pertemuan dengan Hendri Yuzal membahas teknis penyerahan"Zakat Fitrah' dari terdakwa Irwandi Yusuf yang disepakati bahwa uang tersebut diterima Irwandi melalui Teuku Saiful Bahri yang diterimakan kepada Teuku Fadhiatul Amri (orang kepercayaan Saiful Bahri).

Penyerahan uang pertama dilakukan pada tanggal 7 Juni 2018 di depan SMEA Lampineung Banda Aceh sebesar Rp 120 juta oleh Muyassir kepada Irwandi atas perintah Ahmadi yang diterima Teuku Saiful Bahri melalui Teuku Fadhilatul Amri.

Setelah itu Muyassir mengkonfirmasikan penyerahan uang tersebut kepada Hendri Yuzal dan menyampaikan esok hari Ahmadi juga akan kembali menyerahkan sejumlah uang kepada Irwandi Yusuf.

Kemudian pada tanggal 8 Juni 2018, Dailami (orang kepercayaan Ahmadi) memenuhi permintaan terdakwa untuk datang ke Pendopo Rumah Dinas Bupati Bener Meriah untuk mengambil sisa uang yang akan diserahkan kepada Irwandi Yusuf. Pada saat itu datang pula Munandar (ajudan sekaligus adik Ahmadi) membawa uang berjumlah Rp 300 juta. Kemudian Ahmadi menyerahkan uang tersebut kepada Dailami untuk diserahkan kepada Irwandi Yusuf.

Pada tanggal 9 Juni 2018 mengantarkan uang sebesar Rp 300 juta tersebut kepada Muyassir di Hotel Hermes Banda Aceh. Selanjutnya Muyassir menambahkan uang sebesar Rp 130 juta milik Ahmadi sehingga seluruhnya berjumlah Rp 430 juta.

Kemudian bertempat di depan SMEA Lampineung Banda Aceh Muyassir menyerahkan uang tersebut kepada Irwandi melalui T Saiful Bahri yang diterima T Fadhilatul Amri. Setelah itu Muyassir mengkonfirmasikan penyerahan uang tersebut kepada Hendri Yuzal.

Selanjutnya pada tanggal 29 Juni 2018, bertempat Pondok Pesantren Kampung Punge Kota Banda Aceh, T Saiful Bahri melakukan pertemuan dengan Muyassir terkait adanya kebutuhan dana dari Irwandi sebesar Rp 1 miliar. Setelah itu Muyassir menghubungi Ahmadi melaporkan perkembangan pengaturan program kegiatan pembangunan yang berasal dan DOKA tahun 2018 sedang dalam proses lelang, disamping itu Muyassir juga menyampaikan pesan Hendri Yuzal bahwa Irwandi Yusuf sedang membutuhkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk kegiatan Marathon dan meminta Ahmadi memenuhinya.

Permintaan uang tersebut disanggupi Ahmadi dengan memerintahkan Dailami, Munandar dan Muyassir mengumpulkan uang dari para rekanan Kabupaten Bener Meriah yang telah direkomendasikan, untuk selanjutnya pada tanggal 2 Juli 2018 diserahkan kepada Irwandi Yusuf melalui Teuku Saiful Bahri.

Pada Tanggal 30 Juni Dailami menghubungi Muyassir memastikan penyerahan uang kepada Irwandi Yusuf melalui T Saiful Bahri. Dailami juga menyampaikan bahwa uang baru terkumpul sejumlah Rp 500 juta dan akan dibawa ke Banda Aceh dengan ditemani Salman.

Kemudian pada tanggal 1 Juli 2018, Dailami bersama Salman membawa uang sebesar Rp 500 juta tersebut ke Banda Aceh kemudian menginap di Hotel Hermes. Keesokan harinya pada tanggal 2 Juli 2018 Muyassir melaporkan kepada Ahmadi bahwa uang yang akan diberikan kepada Irwandi Yusuf melalui Teuku Saiful Bahri telah dikoordinir oleh Dailami dan Terkumpul sebesar Rp 500 juta sedangkan sisanya dari Munandar belum dapat dipenuhi.Selanjutnya Ahmadi memerintahkan Muyassir menghubungi Munandar agar mencari alterlnatif lain.

Baca: Ransel Kuning yang Mengantarkan Irwandi dan Ahmadi ke Kuningan

Pada tanggal 3 Juli 2018, Muyassir kembali menghubungi Ahmadi melaporkan bahwa uang dari Munandar sebesar 500 juta belum juga ada, oleh karena itu Ahmadi memerintahkan agar uang yang sudah ada segera diserahkan kepada Irwandi Yusuf melalui Saiful Bahri.

Tak lama kemudian , bertempat di parkiran Hotel Hermes Muyassir menyerahkan tas warna kuning berisi uang Rp 500 juta kepada Irwandi Yusuf melalui T Saiful Bahri yang diterima oleh T Fadhilatul Amri.

Kemudian Fadhilatul Amri membawa uang tersebut ke rumah T Saifur Bahri di jalan Ateung Toha Aceh Besar. Setelah itu Saiful Bahri memerintahkan Fadhilatul Amri menyetor ke beberapa orang terkait kegiatan Aceh marathon.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin

Komentar

Loading...