Unduh Aplikasi

Zaini Yusuf: Saya Hanya Bantu Korban Penipuan Muhammad Sabik

Zaini Yusuf: Saya Hanya Bantu Korban Penipuan Muhammad Sabik
Pertemuan Zaini Yusuf, Muhammad Sabik dan Maimun di Kantor KONI Aceh. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Ketua Partai Nangroe Aceh (PNA) Kota Banda Aceh Muhammad Zaini Yusuf juga mengklarifikasi terkait pertemuannya dengan Muhammad Sabik dan Maimun. Zaini yang merupakan adik kandung Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf itu mengaku tidak mengenal dengan Muhammad Sabik dan Maimun.

Dia mengetahui nama Muhammad Sabik setelah mendapatkan perintah dari Irwandi Yusuf, agar mencari tahu keberadaan Muhammad Sabik untuk diserahkan ke polisi karena melakukan pemalsuan surat keputusan Pemerintan Aceh dengan mencatut nama dan tanda tangan Irwandi.

Dalam SK palsu itu disebutkan bahwa Irwandi menunjuk Sabik dan Yayasan Sambinoe untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan rumah bantuan Turkey tahun 2018.

"Setelah saya bertemu dengan Sabik, dia mengaku sedang membangun beberapa rumah dhuafa bantuan Turkey di kabupaten Pidie, bahkan ada rumah warga yang sudah dibongkar untuk dibangun rumah baru, sehingga saya tak langsung menyeretnya ke kantor polisi," kata Presiden Aceh United itu.

Bahkan, Irwandi Yusuf saat itu marah kepadanya karena membiarkan Muhammad Sabik berkeliaran. Pasalnya perbuatan Muhammad Sabik sudah sangat meresahkan masyarakat.

Baca: Penipuan Berkedok Rumah Dhuafa, Muhammad Sabik Ditahan

“Posisi saya saat itu bimbang, kalau saya tangkap dia (Muhammad Sabik), pasti rumah warga yang sudah dihancurkan tidak jadi dibangun, sementara warga yang penerima rumah sudah tinggal ditenda,” ujar Zaini.

Selanjutnya, ia kemudian dihubungi bekas Kepala Badan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BP-SPAM) Regional Aceh, Azhari Ali. Saat itu, Azhari mengaku kepadanya kalau saudaranya juga menjadi korban Muhammad Sabik, yang kemudian diketahui orang yang dimaksud adalah Maimun.

“Saya dihubungi sama Azhari untuk datang ke rumahnya, makanya ada foto saya bersama Maimun. Dalam pertemuan itu Maimun menceritakan persolan CPNS bahwa dia ditipu Sabik," ungkapnya.

Maimun meminta bantuan Zaini untuk mencari dan bertemu Muhammad Sabik yang saat itu sudah susah dihubungi. Selanjutnya, kata Zaini, mereka mencari cara untuk menjebak Muhammad Sabik agar bisa keluar dari persembunyianya. Ternyata disaat yang sama, ada kontraktor dari Aceh Tengah juga menjadi korban dan sedang mencari Muhammad Sabik.

“Menjelang Mangrib akhirnya Muhammad Sabik berhasil ditangkap, kemudian saya suruh bawa ke kantor KONI Aceh, kebetulan saya baru saja selesai rapat masalah PON di kantor KONI, makanya ada foto Muhammad Sabik dan Maimun di rapat itu. Saya posisi membantu untuk menyelesaikan semua masalah,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, kontraktor dari Aceh Tengah mengambil seluruh barang-barang milik Muhammad Sabik, mulai dari telepon genggam, mobil dan rumah sebagai jaminan atas apa yang pernah dijanjikan oleh Muhammad Sabik.

“Jadi korban Muhammad Sabik banyak. Yang jelas saya tidak ada hubungan apapun dengan Muhammad Sabik dan Maimun. Posisi saya membantu pak Azhari,” ungkapnya.

Bahkan Zaini sempat mengusulkan rumah bantuan ke Baitul Mal untuk korban-korban Muhammad Sabik yang rumahnya sudah dibongkar.

“Saya usulkan korban-korban di Kabupaten Pidie. Karena sayang orang miskin yang korban, rumah sudah dirusak, mereka tinggal ditenda. Usulan saya tidak diterima karena alasan terlalu banyak, karena di Pidie itu dalam satu gampong ada 8 hingga 10 rumah rumah sudah dibongkar, dan dijanjikan rumah baru oleh Muhammad Sabik” jelasnya.

Baca: Sepak Terjang Muhammad Sabik, Terduga Aktor Intelektual Percaloan CPNS

Kontraktor di Pidie, kata Zaini, ada yang sudah menyerahkan uang kepada Sabik. Karena terlalu percaya kepada Sabik, kontraktor itu membangun rumah bantuan itu dengan uang pribadinya sendiri.

“Tapi ketika dilakukan pencairan sudah tidak bisa, karena Surat Keputusan palsu tentang bantuan rumah Turkey itu. Kontraktor itu baru sadar ditipu ketika uang mereka tidak cair-cair,” kata Zaini.

Dalam menjalankan aksinya itu, kata Zaini, Muhammad Sabik selalu memperlihatkan foto peletakan batu pertama yang dilakukan oleh pengusaha Turkey.

“Saya tidak tahu apakah itu pengusaha Turkey atau orang dari mana yang dibawa sama Muhammad Sabik,” jelasnya.

Komentar

Loading...