DEBAT KANDIDAT

Zaini Sebut Sejumlah Keberhasilannya Selama Memimpin Aceh

Zaini Sebut Sejumlah Keberhasilannya Selama Memimpin Aceh

BANDA ACEH – Calon Gubernur Aceh dan Wakil Gubernur Aceh nomor urut empat Zaini Abdullah dan Nasaruddin, menyampaikan sejumlah keberhasilan selama memimpin Aceh, dalam debat kandidat kedua yang digelar KIP Aceh, Rabu (11/1).

Zaini didampingi wakilnya Nasaruddin, mengatakan sejak awal menjabat sebagai Gubernur Aceh, ia menjadikan masa depan Aceh yang lebih baik sebuah cita-cita. Keinginan yang sejak lama diidam-idamkan.

“Menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat,” jelas Zaini. “Tidak hanya saya, namun kita semua, seluruh rakyat Aceh yang sekian lama ini terkungkung dalam konflik yang panjang dan melelahkan”.

Calon Gubernur Aceh yang maju kembali dari jalur perseorangan ini juga mengatakan, selama memimpin Aceh ia telah berusaha meletakkan dasar-dasar penting bagi pembangunan.

Zaini mencontohkan, di bidang infrastruktur, Pemerintah Aceh telah membangun jalan yang menghubungkan seluruh daerah di Aceh. Termasuk membangun 14 ruas jalan yang menghubungkan Samudera Hindia dan Selat Malaka dari jalur tengah.

“Jalan ini sangat memudahkan masyarakat untuk saling terhubung dan melakukan aktivitas pemerintahan dan perdagangan,” katanya.

Karena itu, Zaini menyebutkan, keinginan di wilayah Tengah dan Barat-Selatan Aceh untuk berpisah dari Provinsi Aceh, sudah tidak terdengar lagi.

Selain itu, Doto Zaini—sapaan Zaini Abdullah juga menyebutkan keberhasilannya dalam optimaisasi pelabuhan, seperti Pelabuhan Perikanan Lampulo dan Pelabuhan Krueng Gekueh.

Dikatakan, peningkatan status pelabuhan Lampulo menjadi Pelabuhan Nusantara juga berdampak pada penyerapan 50 ribu tenaga kerja.

Keberhasilan pembangunan bandara di kawasan-kawasan yang selama ini aksesnya terbilang sulit dijangkau, seperti Bener Meriah dan Gayo Lues juga disebut Zaini didampingi wakilnya Nasaruddin.

“Pembangunan pelabuhan dan bandar udara ini menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi karena hasil bumi Aceh dapat dengan mudah dikirimkan dengan lebih singkat dan ekonomis,” ujarnya. “Hal yang sama juga terjadi di Pelabuhan Idi yang menjadi Pelabuhan Nasional”.

Peningkatan status tersebut, kata Doto Zaini—sapaan Zaini Abdullah, dapat dicapai lebih cepat 18 tahun dari rencana awal. “Ini adalah sebuah lompatan besar dalam menumbuhkan perekonomian Aceh”.

Tidak hanya itu, Zaini juga mengatakan terus berupaya memenuhi kewajibannya dalam melindungi fakir miskin dan kaum duafa. Salah satunya yaitu pembangunan rumah duafa. Saat ini, kata Zaini, total rumah duafa yang berhasil dibangun mencapai 15.000 unit rumah, yang tersebar di 23 kabupaten dan kota.

Selain itu, pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan semakin merata. Dan disertai dengan pemberian beasiswa Aceh dan Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) secara berkelanjutan.

Zaini dalam pidato pembukanya di debat publik kedua yang digelar KIP Aceh itu juga memaparkan sejumlah program lain yang telah berhasil dan sedang dijalankan.

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...