DEBAT KANDIDAT

Zaini Abdullah Memaknai Perjuangan, Perdamaian dan Kekuasaan

·
Zaini Abdullah Memaknai Perjuangan, Perdamaian dan Kekuasaan
BANDA ACEH – Meski tak lagi muda dan seenergik saat satu barisan bersama Wali Nanggroe Tgk Muhammad Hasan Ditiro (Allahu Yarham) dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dulu, Zaini Abdullah masih teguh mengartikan perjuangan GAM, makna damai dan arti saat berkuasa menjadi sebagai Gubernur Aceh.
 
Calon Gubernur Aceh nomor urut empat, Zaini Abdullah menyebutkan dirinya tidak akan berbaris bersama Wali Hasan Tiro dalam garis keras jika dirinya hanya mendambakan jabatan atau kursi gubernur. Zaini menilai, jika jabatan yang menjadi motivasi dirinya, tentu ia lebih memilih jalan lain yang lebih aman dan nyaman. Garis perjuangan yang dipilihnya bergabung dengan Hasan Tiro dalam GAM bukan semata-mata untuk jabatan atau kekusaan.
 
“(Tapi) di saat usia dan tubuh saya masih muda, saya memilih menjadi bagian dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM),” ujar Zaini dalam pidato saat debat kandidat yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, di Gedung Amel Convention Hall Banda Aceh, Rabu (11/1).
 
Sedangkan makna perjanjian damai  Aceh di Helsinki, kata Calon Gubernur Aceh dari jalur perseorangan ini, menjadi pijakan perjuangannya yang hingga saat ini terus ia pertaruhkan. Termasuk menjaga amanah Hasan Tiro untuk selalu merawat perdamaian Aceh.
 
Adapun makna kekuasaan Calon Gubernur Aceh yang berpasangan dengan bekas Bupati Aceh Tengah Nasaruddin ini mengatakan, kekuasaan merupakan kehormatan menjaga janji yang dipegang hingga nafas terakhir.
 
“Dari sana seluruh kesungguhan dan perjuangan politik saya tempatkan,” ungkap Zaini Abdullah yang juga bekas Angota Tuha Peut Partai Aceh itu.
HUT Abdya ke 15

Komentar

Loading...