Unduh Aplikasi

YARA Desak Tim 19 Nagan Raya Selesaikan Konflik Warga dengan PLTU

YARA Desak Tim 19 Nagan Raya Selesaikan Konflik Warga dengan PLTU
Hamdani

ACEH BARAT - Koordinator Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) wilayah Barat Selatan, Hamdani, medesak tim 19 Pemerintah Kabupaten Nagan Raya segera menyelesaikan tuntutan pembebasan lahan warga Dusun Geulanggang Merak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir dengan Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya.

Menurut Hamdani jika persoalan ini dibiarkan terus menerus, akan menimbulkan konflik baru di wilayah itu, yang disebabkan oleh kejenuhan masyarakat menunggu kepastian terhadap tuntutan mereka.

Bahkan Hamdani menilai, jika konflik antara PLTU dengan warga Gelanggang Merak dibiarkan terus menerus sehingga eskalasi konflik ini akan menimbulkan gejolak yang berujung pada aksi anarkis.

Baca: Warga Nagan Raya Ungkap Janji Palsu PLTU

"Kita khawatir jika dibiarkan terus menerus masyarakat tidak sabar menunggu kepastian dari tim 19 yang bertanggung jawab memediasi masalah ini, sehingga masyarakat berbuat anarkis dan dapat merugikan semua pihak," kata Hamdani, kepada AJNN, Sabtu, (27/4).

Harusnya, kata dia, tim 19 yang telah dibentuk dalam sebulan terakhir ini dapat bekerja cepat dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Jika memang PLTU Nagan Raya tidak memiliki kewenangan dalam menyelesaikan masalah tersebut, dengan alasan hanya bertanggung jawab dalam operasional terhadap pembangkit, Hamdani menyarankan pemerintah setempat lakukan jemput bola dengan langsung mendatangi PLN Pembangkit wilayah Sumatera Bagian Utara atau ke Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna melaporkan masalah ini.

Dikatakannya, PLTU Nagan Raya seperti kurang respon atas tuntutan masyarakat sekitar. Padahal berdasarkan pengakuan dari seorang warga setempat Teuku Fachruddin, sebenarnya pembebasan lahan itu sudah menjadi tanggung jawab PLTU 1 dan 2, saat pertama sekali pembangkit itu dibangun di Suak Puntong.

Dari pengakuan mantan kepala Dinas Pedapatan Daerah yang juga pernah menjabat Kepala Dinas Pertambangan Dan Energi (Distamben) Nagan Raya itu, kata Hamdani, pembebasan lahan yang harusnya dilakukan PLTU seluas 150 hektar, namun karena mengaku belum cukup anggaran akhirnya yang dibebaskan pada tahap awal hanya 78 hektar.

"Pengakuan Fachruddin juga PLTU berjanji sisanya dibebaskan setahun setelah PLTU beroperasi, namun hingga kini tidak terlihat itikat baik PLTU," ujarnya.

Jika dianalisa dari keberadaan pembangkit tersebut, kata Hamdani, memang PLTU bertanggung jawab membebaskan wilayah itu dari pemukiman karena menurutnya polusi dari cerobong itu mengganggu kesehatan warga Dusun Gelanggang Merak yang berjarak sekitar 100 meter dari pembangkit tersebut.

Bukan hanya ancaman polusi udara lewat cerobong asap, bahkan limbah PLTU diduga juga mencemari saluran pembuangan air yang menyebabkan matinya ikan disaluran tersebut yang terjadi baru-baru ini.

Selain itu, kata dia, YARA juga pernah mendapat laporan masyarakat sekitar, di mana hewan ternak ikut mati saat meminum air di saluran pembuangan dipemukiman warga, karena diduga PLTU membuang limbah mereka disaluran pembuangan air atau drainase milik warga.

"Untuk memastikan adanya dugaan pencemaran limbah saya bahkan sempat ke lokasi, di situ saya menemukan adanya saluran pembuangan air milik PLTU yang terhubung langsung ke saluran milik warga," ucap Hamdani.

Bahkan, kata dia, saat itu sempat mengambil sample air dan memegangnya. Air tersebut terasa panas. Dari suhu panasnya, kata dia, jika ada yang merebus telur menggunakan air itu bisa masak.

Atas kondisi ini pula menjadi alasan kenapa PLTU memiliki tanggung jawab penuh melakukan pembebasan lahan masyarakat sekitar. Jika ini dibiarkan, kata Hamdani, maka PLTU dan Pemerintah Nagan Raya terkesan dengan sengaja merampas hak warga untuk mendapat kehidupan yang layak dan pemukiman yang layak sebagai mana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Ratifikasi Kovenan Hak Ekonomi, Sosial Dan Budaya.

"Jika ini dibiarkan terus maka ada pelanggaran HAM didalamnya, menyangkut kehidupan sosial masyarakat dibidang kesehatan dan ekonomi," sebutnya.

Komentar

Loading...