Unduh Aplikasi

Yang Jantungan Menanti Hujan

Yang Jantungan Menanti Hujan
Ilustrasi: Stocksy United

SETELAH lolos dari bidikan banjir, kini ratusan hektare padi yang ditanam di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, terancam mati. Kali ini yang “mengeker” adalah panas berkepanjangan. Di beberapa titik, tanaman padi yang mulai menjulang itu menguning, mulai layu sebelum berkembang.

Kekeringan terjadi di enam desa, yaitu Desa Trieng, Alue Buket, Bintang Hu, Asan, Trieng Pantang, dan Desa Buket Hagu Gampong. Para petani pengolah lahan gundah dan merasa terancam gagal panen meski kekeringan ini telah dilaporkan kepada pihak kecamatan. Mereka berharap, air masih bisa mengaliri tanaman mereka hingga 20 hari ke depan agar cukup hingga panen tiba, dua bulan mendatang.

Bagaimana mereka tak galau, hasil panen ini adalah sumber pemasukan utama keuangan mereka. Apalagi, mereka telah berinvestasi membeli benih dan pupuk. Modal yang tidak sedikit. Gagal panen berarti petaka yang beruntun. Siapapun tak ingin hal ini terjadi.

Bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, kondisi ini seperti makan buah simalakama. Membuka air lebih lama untuk petani di enam desa itu bisa jadi menimbulkan protes di daerah lain. Karena saat ini, debit air memang berkurang. Bahkan pemerintah kabupaten telah mengeluarkan aturan pembagian distribusi air agar petani mendapatkan pasokan air, meski sedikit.

Pemerintah mungkin bisa membantu dengan mengalirkan air dari sumber lain meski dengan menggunakan pompa. Karena membiarkan para petani mencari sumber air sendiri jelas semakin menambah beban mereka. Atau mungkin pemerintah dapat membuka dialog dengan daerah lain agar solusi kekurangan air ini bisa ditemukan.

Kekeringan dan hujan juga harusnya menajdi pelajaran bagi pemerintah kabupaten untuk lebih peduli dalam menjaga kawasan hulu. Kekurangan air dan banjir yang kerap terjadi di kawasan ini adalah dampak dari rusaknya hutan di hulu. Tanpa hutan, saat hujan air akan turun, taka ada akar yang menahan aliran air. Air yang jatuh langsung mengalir ke kawasan lebih rendah.

Sedangkan saat kemarau, hujan akan mengeluarkan air yang tersimpan di akar. Dengan demikian, irigasi yang dibangun dengan uang bermiliar-miliar itu akan berfungsi dengan baik. Dan masyarakat tidak “jantungan” saat hujan tak turun dalam waktu yang relatif lama.

Komentar

Loading...