Unduh Aplikasi

WAWANCARA USTADZ RIDWAN JOHAN

WN Harus Sosok Panutan dan Bisa Baca Alquran

WN Harus Sosok Panutan dan Bisa Baca Alquran
ilustrasi. Foto: Detik

BANDA ACEH - Kepemimpinan Malik Mahmud Al Haytar sebagai Wali Nanggroe akan segera berakhir, sebagaimana diatur dalam Qanun Nomor 9 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Lembaga Wali Nanggroe disebutkan Wali Nanggroe memegang jabatan selama 5 tahun. Sejumlah tokoh yang digadang-gadang layak menjadi Wali Nanggroe pun mulai mucul.

Salah satu tokoh agama Aceh, Ustadz Ridwal Johan menyebutkan sosok yang layak menjadi Wali Nanggroe adalah seseorang yang benar-benar menjadi panutan seluruh masyarakat Aceh dan bisa menjadi pemersatu.

Baca: WN Harus Sosok Pemersatu, Rekam Jejaknya di Pemerintahan Teruji

"Dia harus menjadi penengah dalam rangka menyelesaikan berbagai persoalan di Aceh. Jika ada persoalan-persoalan internal antar lembaga dan masyarakat atau pro kontra, Wali Nanggroe harus jadi penengah dari semua itu. kalau seandainya ada selisih paham antara satu pejabat dengan pejabat yang lain Wali harus mampu mencari solusi," katanya saat diwanwancara AJNN, Senin (3/12).

Baca: Prof Samsul Rizal: WN Harus Orang Bijaksana dan Paham Syariat dengan Benar

Menurut Ustadz Ridwan Johan, soerang Wali Nanggroe juga harus memiliki kepribadian yang layak dicontoh oleh masyarakat Aceh dan amalan yang dilakukannya benar-benar karena Allah.

"Jadi bisa dikatakan tidak ada politik pada dia (Wali Nanggroe), tetapi penuh dengan nilai kemaslahatan. Dia harus jadi contoh masyarakat baik dalam hal kehidupannya sehari, maupun hal ilmu dan ketaatannya," katanya.

Kemudian Wali Nanggroe juga harus memiliki rekam jejak yang baik, baik itu dalam hal perjuangan, pemerintahan dan adat istiadat. Menurutnya seorang pemimpin itu memang harus dilihat latar belakangnya.

"Pertama latar pendidikannya apa, masa lalunya seperti apa, apa yang sudah diperbuat bagi masyarakat, keturunannya seperti apa dan lain sebagainya," jelasnya.

Dikatakan Ustadz Ridwan Johan, sosok Wali Nanggroe ke depan juga harus ahli dalam bidang agama, pendidikan dan adat istiadat. Dari tiga hal itu, bidang agama menjadi yang paling penting, Apalagi di Aceh itu seorang pemimpin harus bisa baca Alquran.

Baca: DR Azhari: WN Harus Berwibawa, Kharismatik dan Paham Agama

"Sejeleknya orang Aceh bisa baca quran, namun karena jarang dibaca jadinya lupa. sehingga harus sering dibaca. kebiasaan itu harus ditunjukan ke masyarakat sehingga dia benar-benar menjadi panutan," katanya.

Dia menyebutkan, di Aceh ini banyak pemahaman-pemahan berbeda,terutama bidang keagamaan dan adat istiadat seperti perbedaan antar mazhab dan itu harusnya menjadi tugas Wali Nanggroe.

"Kita harap orang yang muncul untuk menjadi Wali Nanggroe kedepan ini adalah orang-orang yang betul-betul pemersatu ummat agar Aceh benar-banar damai dan tidak ada konflik atau saling menyalahkan antar sesama. Dan sosok itu ada di Aceh" katanya.

Baca: WN Harus Sosok Disiplin dan Berakhlak Baik

Namun Ustadz Ridwan Johan enggan menyebut nama sosok yang dimaksud, dia hanya mengatakan sosok yang dimaksud adalah seseorang yang pernah memimpin dan telah berbuat untuk Aceh

"Sosok yang selama ini bekerja dengan baik untuk Aceh, pernah tampil di masyarakat dan sosok itu dirindukan oleh masyarakat saat ini," katanya.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin

Komentar

Loading...