Wartawan Dilarang Liput Proses Pembangunan Masjid At Taqarub

Wartawan Dilarang Liput Proses Pembangunan Masjid At Taqarub
Pewarta berdiri di pintu gerbang Masjid At Taqarrub karena tidak diizinkan meliput.

PIDIE JAYA - Proses pembangunan Masjid At Taqarrub Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya dinilai tidak terbuka untuk publik.

Pasalnya, beberapa wartawan yang ingin mengambil gambar proses pembangunan kembali masjid yang roboh akibat diguncang gempa 7 Desember 2016 itu tidak diizinkan.

"Kata penjaga di pintu gerbang tidak boleh meliput proses pembangunan masjid tersebut," kata Hasbi, salah seorang wartawan televisi yang bertugas meliput di wilayah Pidie dan Pidie Jaya, Selasa (14/11).

Sementara itu, security pembangunan Masjid At Taqarrub, Safrizal kepada AJNN mengatakan, ia melarang wartawan mengambil gambar proses pembangunan masjid itu karena perintah dari atasannya.

"Saya hanya menjalankan perintah bang, walau hanya mengambil foto juga tidak boleh bang," ujarnya.

Kendatipun para wartawan membutuhkan gambar atau video, lanjutnya, pewarta harus memiliki izin khusus meliput proses pembangunan masjid kebanggaan masyarakat Kecamatan Trienggadeng itu.

"Kalau memang ingin mengambil gambar, harus memiliki surat khusus meliput pembangunan masjid ini, kalau sudah ada surat izin meliput, nanti saya jumpakan dengan atasan saya," jelas penjaga tersebut.

Namun Safrizal tidak tahu dimana para wartawan dapat memperoleh surat izin khusus tersebut.

"Surat izin itu dari wartawan, mungkin yang mengeluarkannya dari PU Pidie Jaya," imbuhnya ragu-ragu.

Hingga berita ini ditayangkan, AJNN belum berhasil mengkonfirmasi pihak PT Wijaya Karya selaku pelaksana pembangunan Masjid At Taqarrub terkait surat khusus izin meliput itu.

Sail Sabang 2017 Humas Provinsi Aceh
MTQ XXXIII 2017
data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...