Unduh Aplikasi

Warisan Darah Pelaut

Warisan Darah Pelaut
Ilustrasi: en.wikipedia.org

CERITA tentang komoditas asal Aceh yang menyangga perekonomian daerah lain bukan cerita baru. Sejak lama Aceh memasok kebutuhan daerah luar meski sebagian barang-barang itu kembali lagi ke dalam kemasan siap saji.

Urusan ikan, misalnya. Nelayan Aceh menjadi pemasok penting ikan segar ke Medan, Sumatera Utara, dan kota-kota besar di Sumatera. Kapal-kapal ikan besar yang dimiliki warga Aceh memuat berpuluh-puluh ton ikan segar. Hasil dari melaut ke perairan yang berbatasan dengan India.

Keandalan kapal buatan Aceh juga diakui oleh nelayan asing. Banyak pengusaha kapal ikan di Thailand memesan kapal buatan anak Aceh untuk mendukung armada tangkap mereka. Di Idi, Aceh Timur, kapal-kapal ini dibuat dan dikenal sebagai salah satu produk unggul.

Kapal ikan buatan Aceh masih berbahan dasar kayu. Sumber daya ini mulai menyusut keberadaannya. Padahal dengan jejak panjang orang Aceh mengarungi lautan, industri pembuatan kapal modern harusnya bisa dikembangkan sebagai bagian dari warisan sejarah.

Sayang, keunggulan-keunggulan ini tidak dibarengi dengan pengembangan teknologi. Harusnya, saat nelayan mengarungi lautan, di darat, para akademisi dan peneliti Aceh mengembangkan teknologi yang mendukung kinerja para pelaut andal itu.

Di sinilah peran pemerintah dituntut. Dengan modal anggaran yang besar, pemerintah harusnya tidak berpangku tangan dan membiarkan para nelayan dan peneliti berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah harusnya mendorong agar Aceh memiliki sebuah industri perkapalan modern untuk memenuhi kebutuhan nelayan dan menjawab kebutuhan pasar terhadap kapal-kapal modern.

Penciptaan alat dan teknologi adalah sebuah tuntutan agar sebuah daerah. Apalagi, pemerintah pusat mendorong pengembangan riset, mulai dari disain hingga rekayasa kapal. Celah ini harusnya bisa dipadukan dengan sejarah panjang Aceh sebagai daerah maritim.

Mungkin di awal, Aceh hanya membangun kapal tangkap ikan. Tapi tidak menutup kemungkinan, dengan riset dan pengembangan teknologi yang tepat serta sejarah panjang, Aceh akan menjadi salah satu produsen kapal komersil dan kapal perang. Potensi ini sangat mungkin dikembangkan selama pemerintah membuat program-program tepat sasaran, bukan sekadar menghabiskan anggaran yang tersedia.

Komentar

Loading...